LOMBOK TIMUR – Sebanyak 383 Pasangan Suami Isteri (Pasutri) di Desa Sembalun Bumbung, Kecamatan Sembalun, Lombok Timur (Lotim) lakukan isbat nikah untuk mendapatkan buku nikah, karena buku nikah menjadi hal yang wajib dimiliki oleh setiap Pasutri dan menjadi acuan penting untuk membuat adminduk lainnya.

Bupati Lotim, Drs. HM Sukiman Azmy yang hadir dalam isbat nikah tersebut menyampaikan dengan tertib administrasi pernikahan dan kependudukan, masyarakat akan tercatat dalam data kependudukan sekaligus memiliki identitas yang jelas dan diakui secara hukum.

Google search engine

Ia juga menyebutkan bahwa Pengadilan Agama (PA) Selong Kelas IB memfasilitasi warga Sembalun Bumbung agar mendapat jaminan dan kepastian hukum lewat program Sidang Keliling perkara isbat nikah.

“Semoga program ini mampu memberikan akses kepada masyarakat untuk menyelesaikan masalah keluarga yang ada di desa-desa terpencil, termasuk desa Sembalun Bumbung,” terang Sukiman kepada wartawan, Senin, (4/10).

Isbat nikah juga sambung Sukiman, menjadi salah satu bentuk pengakuan negara terhadap sebuah peristiwa pernikahan.

“Itu memberikan kekuatan hukum bagi para pihak yang terlibat dalam sebuah pernikahan,” ungkapnya.

Bupati juga mengucapkan selamat kepada para pasangan yang ikut serta dalam program tersebut. Sukiman berharap ini dapat semakin menguatkan ikatan bagi masing-masing pasangan. Mengingat bahwa pernikahan tidak hanya diikat oleh hukum agama, melainkan diikat pula oleh hukum negara.

Sementara itu, Ketua Pengadilan Agama Kelas IB Selong, Lotim, Hj. Mahmudah Hayati menyampaikan, upaya tersebut dilakukan PA Selong untuk mendekatkan diri kepada masyarakat dan berjanji PA akan memudahkan akses di wilayah-wilayah terpencil.

“Sudah disetujui oleh Pak Bupati, kami akan melaksanakan program gugatan mandiri. Program itu akan memudahkan masyarakat yang ingin isbat nikah atau sedang mengalami masalah keluarga membuat gugatan di desa tempat tinggalnya,” sebutnya.

BACA JUGA  Lotim Tuan Rumah Fieldtrip The 13th SeaBRnet Meeting

Senada, Ketua Pengadilan Tinggi Agama Mataram, H. Hamzani Hamali yang juga hadir mengingatkan pentingnya buku nikah untuk mengakses data diri dan informasi lain mengenai status kependudukan. (WR-sid)

Artikulli paraprakSebagai Daerah Penyangga, Capaian Vaksinasi di Lotim Masih Rendah
Artikulli tjetërVaksinasi Dikalangan Peserta Didik di Lotim Masih Dibawah Angka 5 Persen

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini