LOMBOK TIMUR – ‘No day with vaccine’ atau tiada hari tanpa vaksin. Slogan ini harus tetap disosialisasikan demi kemaslahatan masyarakat.

Satu-satunya cara agar kegiatan vaksinasi ini berjalan sukses harus melibatkan perangkat desa.

Google search engine
Foto : Kepala desa se Lotim saat menghadiri Rakor Percepatan valsinasi yang digelar dihalaman Makodim 1615/Lotim, Senin (4/10).

Sekretaris Daerah (Sekda) Lombok Timur, Drs. HM. Juaini Taofik, M.Ap, menargetkan, vaksinasi di Kabupaten Lotim bisa mencapai 70 persen. Itu bisa terlaksana dengan cara melibatkan seluruh kepala desa/perangkat desa.

“Hanya itulah satu-satunya cara agar 51 ribu stok vaksin bisa diselesaikan dalam 2 hari ini. Vaksin itu akan dibagi habis,” jelas HM. Juaini Taofik yang juga Ketua Satuan Gugus Tugas (Kasatgas) Covid-19 Lotim saat menyampaikan sambutannya pada acara Rakor Percepatan Vaksinasi Kabupaten Lombok Timur dihalaman Kodim 1615/Lotim, Senin (4/10).

Dihadapan seluruh kepala desa, camat serta dihadiri Forkompimda Lotim, HM. Juaini Taofik kembali menegaskan, jumlah masyarakat Lotim yang divaksin mencapai 952 ribu dapat terselesaikan apabila semua pihak dapat bersinergi.

Rakor sekaligus memperingati HUT TNI ke -76 di halaman Makodim 1615/Lotim, Sekda Lotim.juga menyatakan bahwa vaksinasi yang diberikan kepada masyarakat tidak semudah yang dibayangkan dan harus direncanakan secara matang. Perlu adanya pemahaman agar masyarakat bersedia divaksin semata-mata untuk kebaikan bersama.

“Berat sama dipikul, Ringan sama dijinjing. Begitulah yang seharusnya kita pedomani agar program pemerintah ini bisa berjalan dengan baik. Dan dalam dua bulan kedepan ini, kita fokuskan agar herd immunity bisa tercapai,” pinta Sekda Lotim.

Secara keseluruhan, sebutnya, NTB menargetkan 3.5 juta vaksin. Dari semua itu, Lombok Tengah (Loteng) sudah memperoleh target 65 persen. Bahkan, menjelang event internasional ini diharapkan bisa mencapai 70 persen.

Lombok Timur sebagai daerah penyangga gelaran event internasional itu pun tidak ketinggalan untuk mendapatkan target serupa.

BACA JUGA  Mubes Formabes Wadah Pemersatu Menuju Perubahan

“Kita harapkan vaksinasi secara mandiri ini mampu membuktikan bahwa Lotim juga bisa. Kalau Loteng bisa 70 persen, Lotim pun demikian, sehingga herd immunity masyarakat bisa tercapai,” kata Juaini Taofik meyakini.

Dengan tercapainya herd immunity, kata dia, diyakini tahunn 2022 ini tidak ada lagi refocussing anggaran, termasuk ditingkat desa.
Meski diakui, anggaran yang sudah direncanakan di tahun 2020 lalu ternyata berubah ditahun 2021 lantaran penganggaran untuk penanganan Covid-19.

“Inilah yang menjadi kendala kita semua. Anggarannya lebih terfokus penanganan Covid-19 sehingga untuk pembangunan sangat minim. Dengan tercapainya herd immunity ini, pandemi yang terjadi sekarang ini berubah menjadi endemi,” ujar Sekda Lotim. (WR-di)

Artikulli paraprak2022, PUPR Lotim Proyeksikan Kondisi Jalan Mantap Capai 70 Persen
Artikulli tjetërSebagai Daerah Penyangga, Capaian Vaksinasi di Lotim Masih Rendah

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini