LOMBOK TIMUR – Vaksinasi dikalangan peserta didik menjadi suatu keharusan agar proses kegiatan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) dapat berjalan dengan aman dan nyaman.

Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lombok Timur, As’ad, SPd telah mengirimkan rekomendasi resmi kepada semua sekolah dijenjang tingkat SMP untuk melakukan vaksinasi baik kepada peserta didik maupun pihak yang ada sekolah masing-masing. Hal ini dilakukan agar PTM dapat digelar secara normal tanpa menggunakan sistem shift seperti yang terjadi selama ini.

Google search engine

Diakuinya, kalangan pelajar rentan terpapar virus Covid-19. Karenanya, keharusan bagi lembaga pendidikan mendapatkan suntik vaksin agar semua pihak bisa terjaga.

“Semua berkeinginan agar PTM dibuka total ketika semuanya telah divaksin. Tapi untuk saat ini vaksin masih diberlakukan untuk kalangan pelajar setingkat SMP saja atau 12 tahun ke atas,” ujar As’ad saat dihubungi media ini, Senin (4/10).

Namun vaksinasi itu dapat berjalan apabila stoknya telah tersedia. Sejauh ini kata As’ad, Dinas Dikbud dan Dinas Kesehatan (Dikes) Lotim telah melakukan kesepakatan bersama untuk melakukan vaksin kepada peserta didik.

Disebutkan As’ad, vaksinasi dikalangan pelajar masih dibawah angka 5 persen. Baru beberapa sekolah saja yang sudah menerima vaksin seperti di Sakra dan Masbagik. Dan akan ditingkatkan seiring tersedianya stok yang diberikan nantinya.

“Kami berharap agar ketersediaan stok vaksin ini secepatnya ada dan segera diberikan kepada anak-anak kita,” katanya.

Diketahui selama ini proses PTM masih menggunakan sistem shift harian dengan tiga hari belajar tiga hari off. Dan itu masih berlaku secara nasional. (WR-di)

BACA JUGA  Kabaharkam Polri Hadiri Kampung Sehat 2 Award, Lotim Raih Juara
Artikulli paraprak383 Pasutri di Desa Sembalun Bumbung Gelar Isbat Nikah
Artikulli tjetërDiduga Gangguan Jiwa, IRT Asal Pringgasela Nekat Gantung Diri

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini