LOMBOK TIMUR – Sebanyak 109 Rumah Tahan Gempa (RTG) yang menjadi sisa pengerjaan sudah ter-SK kan dan tervalidasi.

Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lotim, Toni Satria Wibawa menyebutkan, 109 KK tersebut sudah diajukan sejak awal, tapi kelengkapan administrasi yang tidak lengkap membuatnya tidak masuk kategori utama.

Google search engine

“Untuk saat ini, pihaknya sudah melengkapi administrasinya dan akan diajukan kembali,” terang Toni saat ditemui belum lama ini dikantor BPBD Lotim.

Adapun untuk terealisasinya 109 KK tersebut kata dia, ditahun 2022 mendatang. Karena dana yang akan dipakai yakni dana rehab rekon.

“Kemungkinan tahun depan akan terealisasi, karena tidak melalui dana siap pakai melainkan dana rehab rekon,” katanya.

Dikatakannya, berdasarkan hasil koordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sudah disiapkan atau disetujui, tentu berdasarkan Pemerintah Daeraj (Pemda) Lotim dari segala administrasi dan lain-lainnya.

Adapun untuk polanya sendiri mengikuti dari pemberi dana. Tak hanya itu, termasuk juga fasilitas Khusus dan Umum (fasus-fasum), seperti fasilitas pendidikan, sarana kesehatan, infrastruktur.

“Sarana sosial seperti musholla dan masjid yang terkena gempa tahun lalu, sedang kami kumpulkan dibawah koordinasi Bappeda untuk kita ajukan ke rehab rekon, dalam upaya bagaimana penanganannya secara tuntas,” tandasnya. (WR-sid)

BACA JUGA  Pemancing Asal Masbagek Ditemukan Tak Bernyawa
Artikulli paraprakPenyidik Kejari Lotim Ekspose ‘Kredit Fiktif BPR’ Dihadapan Tim Auditor Inspektorat
Artikulli tjetërPencari Rumput Temukan Jasad Bayi Terbungkus Kantong Plastik

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini