LOMBOK TIMUR – Perlu adanya Peraturan Daerah (Perda) bagi nelayan kecil, petambak garam dan pembudidaya ikan sebagai bentuk perlindungan.

Berdasarkan hasil reses anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lombok Timur (Lotim) draft Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) segera dibahas untuk di Perda-kan.

Google search engine

Untuk memperkuat draft pembahasan tersebut dewan melakukan publik hearing dan mengusulkan draf Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) untuk nelayan kecil melalui stakeholder terkait.

Bukan hanya nelayan kecil, melainkan pembudidaya ikan dan petambak garam pun include didalam pembahasan itu.

“Nanti ada kategorinya, nelayan kecil itu seperti apa, bagaimana sarana prasana alat yang digunakan. Secara rinci akan diatur dalam Perda ini,” terang Wakil Ketua DPRD Lotim, H. Daeng Paelori pada wartawan, Kamis, (7/10).

Sekarang sambung Daeng Paelori, draf Raperda yang diusulkan tersebut akan diperjuangkan untuk dibuat menjadi Perda agar para nelayan kecil, pembudidaya ikan dan petambak garam terlindungi.

“Semuanya akan masuk di dalam perda ini,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Perikanan Tangkap pada Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Lotim, Azis, S. PI merasa bersyukur adanya usulan Raperda tersebut. Sebenarnya kata dia, Perda yang akan dibuat tersebut merupakan turunan dari UU No. 7 tahun 2016 tentang perlindungan, pemberdayaan nelayan, pembudidaya ikan dan petambak garam.

“Nelayan dan lainnya inikan pekerjaannya resiko tinggi, maka perlu adanya perda yang mendukung. Makanya kami antusias perda ini harus ada,” sebutnya.

Adapun manfaat dengan adanya perda tersebut sambungnya, adanya kepastian bagi nelayan untuk mendapatkan perlindungan dan bisa dipertanggung jawabkan.

“Dengan adanya perda ini mungkin dari pemerintah juga berinisiatif untuk memberikan bantuan,” ucapnya.

Dikatakannya, para nelayan yang masih aktif berkerja tersebut juga didaftarkan sebagai pengguna Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan untuk jaminan kecelakaan kerja.

BACA JUGA  Kejari Lotim Dalami Dugaan Penyalahgunaan Dana Reses DPRD Lotim

“Jumlah nelayan kita di Lotim yang masih aktif berjumlah 13.712 orang, untuk pembudidaya sekitar 8.000, sedangkan untuk pengolahan dan pemasaran sekitar 5.000 lebih,” ujar Azis. (WR-sid)

Artikulli paraprakPolisi Ciduk Pelaku Curanmor Asal Masbagik
Artikulli tjetërKapolsek Terara Diganti

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini