LOMBOK TIMUR – Salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) berasal dari pajak. Pemkab Lombok Timur telah menargetkan pada tahun 2021, PAD mencapai Rp. 413 miliar.

Namun untuk realisasi capaian PAD dari pajak tersebut, obyek pajak yang berasal dari wajib pajak harus terpenuhi.

Google search engine

Untuk memenuhi capaian itu, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Lombok Timur, akan mengejar para wajib pajak.

Kepala Bapenda Lotim, M. Azlan, SE, M.Ak menegaskan, salah satu sumber PAD yang cukup besar adalah dari pajak.
Meskipun dalam keadaan pandemi Covid-19, kegiatan operasi pajak (Opjar) wajib pajak akan terus dilakukan guna terwujudnya capaian realisasi PAD dari sektor pajak.

“Mungkin kalau mencapai 100 persen itu sulit, karena situasi pandemi juga,” terang Azlan, Senin, (11/10).

Sementara untuk Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), Pemkab Lotim terus mendongkrak capaian deviden BUMD yang ada di Lotim guna mencapai target.

“Kontribusi dari BUMD ini sudah jelas, tapi karena pandemi ini membuat beberapa BUMD kesulitan untuk mencapai target deviden,” ucapnya.

Bank NTB Syariah sendiri yang menjadi sumber pendapatan terbesar di daerah Lotim tidak dipaksa untuk mencapai target, dikarenakan adanya kebijakan relaksasi pinjaman saat pandemi ini.

“Ada kebijakan relaksasi tiga bulan diberikan, jadi itu jelas berpengaruh kepada pendapatan di Bank NTB Syariah,” katanya.

Diketahui, beberapa perusahaan juga pernah menunggak pajak hingga miliaran rupiah. Seperti perusahaan yang bergerak di bidang kelistrikan, yang pernah menunggak pajak hingga Rp. 4,7 miliar. Atas tunggakan pajak yang jumlahnya cukup fantastik tersebut, pimpinan tertinggi Lotim, Drs. HM Sukiman Azmy langsung turun tangan untuk melakukan penagihan.

“Untuk saat ini belum dibayar tunggakan itu,” katanya.

Selain itu, Pemkab Lotim juga meningkatkan capaian target pajak pada Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB). Rupanya, meskipun ditengah pandemi Covid-19, capaina target pajak pada MBLB ditahun ini mengalami kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya.

BACA JUGA  Kehadiran Lembaga Bantuan Hukum SMSI Tepat di Era Digital

“Capaian realisasi pajak MBLB ini sudah lebih baik, ada peningkatan sekitar Rp. 6 M dibandingkan tahun 2020 lalu,” tutupnya. (WR-sid)

Artikulli paraprakPemprov NTB – NGO Harus Berkolaborasi dan Bersinergi Soal Kelestarian Lingkungan
Artikulli tjetërSembalun Paragliding Fest 2021

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini