LOMBOK TIMUR – Barang Bukti (BB) dari hasil tindak kejahatan sejak bulan Maret- Oktober tahun 2021 dimusnahkan. Pemusnahan digelar di halaman kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Lombok Timur (Lotim), Senin (11/10).

Pemusnahan barang bukti hasil tindak pidana umum (Pidum) sebanyak 25 perkara tersebut yang sudah dinyatakan ingkrah atau sudah berkekuatan hukum tetap dari lembaga peradilan.

Google search engine

“BB ini hasil sejak bulan Maret- Oktober tahun 2021 ini dan pemusnahan ini terakhir kita lakukan ditahun ini,” terang Kasi Pengelolaan Barang Bukti dan Barang Rampasan Kajari Lotim, Alfredo Pandapotan Damanik, SH kepada wartawan.

Adapun BB yang dimusnahkan tersebut merupakan BB dari perkara ketertiban umum (Tibum) sebanyak 14 perkara, dengan BB berupa obat Trihexyphenidil sebanyak 1.344 trip dan 7.134 tablet.

“Obat-obatan ini dari Kejari NTB yang ditangkap oleh Polda, karena tidak memiliki izin edar yang lokasinya di Lotim kemudian kita sidangkan di Lotim,” katanya.

Lebih lanjut dikatakannya, untuk narkotika sebanyak 18 perkara, dengan total BB sebanyak 55,28 gram narkotika jenis sabu, undang-undang darurat dengan BB berupa sebilah senjata tajam atau berang.

Perkara pemalsuan uang juga ikut dimusnahkan, jumlah BB uang palsu yang dimusnahkan tersebut sebanyak 43 lembar dalam pecahan 100 ribu. Namun, dalam kasus pemalsuan uang, alat-alat yang digunakan mencetak uang palsu seperti laptop, printer dan lainnya tersebut tidak ikut dimusnahkan, melainkan akan dilelang.

“Tidak semua BB kami musnahkan, kalau barang-barang yang bernilai ekonomis tinggi itu akan kami lelang, uang hasil lelangnya akan dikembalikan ke negara,” pungkasnya.

Adapun untuk BB pada bulan November dan Desember akan dimusnahkan pada tahun mendatang, karena pemusnahan hanya dilakukan dua kali dalam setahun.(WR-sid)

BACA JUGA  Miliki Sabu 56 Gram Lebih, Warga Gereneng-Sakti Digelandang Polisi
Artikulli paraprakWagub NTB Nilai Pembangunan NTB Juga Kontribusi Besar BPK
Artikulli tjetërPemprov NTB – NGO Harus Berkolaborasi dan Bersinergi Soal Kelestarian Lingkungan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini