LOMBOK TIMUR – Tiga pemuda asal Desa Rensing, Kecamatan Sakra Barat, Lombok Timur (Lotim) nyaris tewas diamuk massa, lantaran nekat mencuri sebuah mesin mixer di salah satu masjid di Desa Jurit, Kecamatan Pringgasela pada Senin malam, (11/10) sekitar jam 23.00 wita.

Namun aksi pencurian yang dilakukan ketiga remaja tersebut diketahui oleh warga sekitar. Terang saja ketiga remaja tersebut jadi bulan-bulanan warga sekitar.

Google search engine

Diketahui, dua diantara tiga pelaku tersebut masih dibawah umur. Adapun identitas ketiga pelaku yakni S (14), T (16) dan MPA (18 ).

Aksi nekat ketiga pelaku tersebut bermula dari salah satu pelaku yang ingin buang air kecil dan berhenti di masjid Desa Jurit.

“Pelaku ini lagi jalan-jalan tapi karena salah satu mereka ingin buang air kecil, mereka berhenti di masjid,” terang Kapolsek Pringgasela, IPTU. Muh Zul Majdi kepada wartawan, Senin, (12/10).

Selesai buang air kecil, pelaku bukannya langsung melanjutkan perjalan, melainkan tergoda dengan keberadaan mesin mixer yang ada didalam masjid.

Mixer sudah ditangan dan hendak kabur, tiba-tiba pelaku dikejutkan oleh warga yang melihatnya dan meneriakinya.

“Pelaku ini langsung menaruh mixer itu ke belakang dekat kamar mandi. Warga setempat tanya pelaku dan pelaku hanya menjawab sedang numpang buang air kecil saja,” imbuhnya.

Menaruh curiga terhadap gerak gerik pelaku, warga langsung mengecek kedalam masjid dan mendapati mesin mixer yang biasa dipake tersebut sudah tidak ada ditempat.

Mendapati tidak adanya mesin mixer di tempat, warga yang sudah berkumpul pun langsung memukul para pelaku. Beruntung, aksi pemukulan terhadap pelaku tidak berlangsung lama karena anggota Polsek Pringgasela langsung menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP).

“Kami mendapat laporan dan anggota juga langsung ke lokasi untuk mengamankan pelaku,” katanya.

BACA JUGA  Peringati HCT Sedunia, RSUD Soedjono Selong Gelar Penyuluhan dan Bagi-Bagi Hadiah

Akibat dipukuli warga, salah satu pelaku mengalami luka-luka dipelipis matanya. pelaku pun langsung dilarikan ke Puskesmas Pringgasela untuk mendapatkan perawatan.

“Setelah dari puskesmas, para pelaku dan barang bukti kami bawa ke Polsek Pringgasela,” katanya.

Berdasarkan hasil introgasi awal, pelaku mengambil mixer tersebut karena terlilit utang akibat bermain judi online. Adapun rencananya, mixer tersebut akan dijual dengan harga Rp. 900 ribu.

“Uang Rp. 900 ribu itu nanti akan dipakai bayar hutangnya dan bermain judi lagi,” sebutnya.

Untuk kedua pelaku yang masih dibawah umur kata dia, nantinya akan dilakukan pembinan, sedang satu pelaku lainnya akan diproses lebih lanjut.

“Kalau yang dibawah umur ini nanti kita akan bina dia, yang satunya ini akan kita proses,” pungkasnya.(WR-sid)

Artikulli paraprakCegah Stunting, Pemkab Lotim Kenalkan Padi Varietas Inpari Nutrizinc
Artikulli tjetërRaih WTP Lima Kali Berturut- Turut, Lotim Peroleh Penghargaan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini