LOMBOK TIMUR – Kedatangan Menteri Sosial (Mensos) RI, Dr. (H. C.) Ir. Tri Rismaharini, M. T menjadi perhatian semua pihak, tak terkecuali para aktivis dan mahasiswa di Lombok Timur (Lotim).

Pasalnya, lokasi yang dipilih untuk dikunjungi adalah hotel salah satu oknum kepala desa (Kades) yang diduga juga merupakan supplier Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

Google search engine

Salah satu mahasiswa perguruan tinggi di Lombok Timur, Rohman Rofiqi yang saat itu juga hadir langsung menggeruduk dan melaporkan hal tersebut. Karena baginya, ketika oknum kades ikut menjadi suplier akan mengurangi kontrolnya terhadap bahan-bahan bantuan yang akan diberikan kepada masyarakat.

“Ini janggal, ketika kementerian sosial datang disalah satu hotel milik oknum supplier yang merupakan salah satu program bantuan sosial yang juga merupakan kades,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Sosial (Mensos) RI, Dr. (H. C.) Ir. Tri Rismaharini, M. T menyebutkan bahwa dirinya tidak mengetahui lokasi yang menjadi tempat kunjungannya tersebut miliknya salah satu suplier.

“Saya menteri disini, saya tidak mengurus ini. Saya datang kesini (Lotim, Red) karena saya peduli dengan masyarakat,” katanya.

Dalam adu mulut tersebut, ia juga meminta kepada Rohman untuk menunjukkan data yang dimaksud tersebut.

“Kalau memang ada, saya tunggu datanya,” tegasnya.

Ia juga dengan tegas menyatakan bahwa soerang Kepala Desa (Kades) tidak boleh menjadi suplier Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

“Tidak boleh, tidak boleh. Kepala desa tidak boleh menjadi supplier,” kata Tri Rismaharini menimpali.

Kendati demikian, ia juga tidak tahu menahu kondisi dilapangan terkait adanya oknum kades yang juga menjadi suplier BPNT tersebut.

“Kalau dia lapor, saya akan cek. Tapi saya juga tahunya sekarang, yang memilih suplier itu adalah bank,” tutupnya. (WR-sid)

BACA JUGA  Berkas Perkara Kades Banjar Sari Dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor
Artikulli paraprakPemda dan Polres, Sisir Warga Pulau Terpencil di Lotim untuk Divaksin
Artikulli tjetërRatusan CJH Lotim Ramai-Ramai Tarik ONH

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini