LOMBOK TIMUR – Meskipun zaman semakin modern dan serba canggih, kebiasaan masyarakat untuk Buang Air Besar (BAB) sembarangan. contohnya di Kabupaten Lombok Timur (Lotim), meskipun Lotim secara keseluruhan sudah tercapai Open Defecation Free (ODF) atau stop BAB sembarangan. Namun berdasarkan data pada Dinas Kesehatan (Dikes) Lotim, angka BAB sembarangan terbilang masih tinggi, yakni berkisar di angka 8 persen atau 30 KK di Lotim.

Tingginya angka BAB sembarangan di Lotim tak terlepas dari jumlah penduduknya yang terbanyak di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dibandingkan dengan kabupaten lainnya.

Google search engine

“Penyebar bakteri Escherichia Coli (e coli) di sungai atau tempat lainnya cukup tinggi. Karena penduduk kita yang banyak juga dibandingkan kabupaten lainnya,” terang Kepala Seksi Kesehatan Lingkungan pada Bidang P3KL di Dinas Kesehatan (Dikes) Lotim, Zakaria kepada wartawan, Kamis, (14/10).

Dilihat dari capaian ODF di tingkat desa, dari 254 desa dan kelurahan se-Lotim, baru 135 desa yang sudah ODF atau sekitar 53,5 persen. Masih rendahnya capaian di desa ini dikarenakan 456,5 persen desa lainnya belum tuntas 100 persen.

“Masih rendahnya capaian desa ini karena 46,5 persen desa lainnya belum tuntas 100 persen. Antara lain masih ada desa yang tersisa tinggal 10 persen dan lainnya,” katanya.

Dikatakannya, dalam mewujudkan target ODF ini masih tersandung dengan sejumlah kendala, diantaranya koordinasi dengan instansi terkait ditingkat Pemkab Lotim, seperti PUPR dan Perkim yang belum maksimal.

“Dalam mewujudkan ODF ini, instansi lain seperti PUPR dan Perkim juga memiliki peran,” sebutnya.

Namun, Pokja yang sudah mulai ini akan mewujudkan targat ODF di Lotim. Rencanya, 15 kecamatan yang dinilai cukup bagus akan segera dilaunching bebas ODF.

BACA JUGA  Peran PPI Sangat Strategis Tekan Stunting dan Kematian Ibu dan Bayi

“Kita berharap seluruh desa di Lotim juga melakukannya,” pungkasnya.

Rupanya, tak hanya BAB sembarangan yang tinggi, masyarakat yang menumpang BAB juga disebutkan masih banyak.

“Yang masih numpang juga masih banyak,” ujarnya. (WR-sid)

Artikulli paraprakGubernur NTB Ajak Ponpes Manhaul Ma’arif Darek Loteng, Sukseskan Perhelatan WSBK dan Moto GP
Artikulli tjetërLagi, ‘Literasi Digital’ Kolaborasi Diskominfotik NTB dan KemKominfo RI akan Digelar

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini