Beranda BERITA Seminar Nasional Hari Pahlawan : Ketum PBNW Harap Teladani Perjuangan Maulana Syekh

Seminar Nasional Hari Pahlawan : Ketum PBNW Harap Teladani Perjuangan Maulana Syekh

209
0
Seminar Nasional Hari pahlawan
Foto : Gubernur NTB DR. Zulkieflimansyah didampingi Kasiter Kol. Inf. Budi Rahmawan saat menghadiri Seminar nasional yang digelar di Kampus IAIH Anjani, Lotim, Minggu (17/10). (doc)

LOMBOK TIMUR – ‘Manifestasi semangat Kepahlawanan menuju Indonesia maju dan sejahtera’ menjadi salah satu topik yang dibahas dalam Seminar Nasional yang digelar di Kampus Institut Agama Islam Hamzanwadi, Anjani, Lombok Timur.

Dihadiri Gubernur NTB DR. Zulkieflimansyah, Kepala Seksi Teritorial Korem 162 Wirabhakti Kolonel Inf. Budi Rahmawan dan sejumlah Pengurus Besar NW, Seminar Pahlawan Nasional menitik beratkan pada keteladanan para pahlawan saat memperjuangkan bangsa Indonesia dari penjajah.

Selain menghadirkan pemateri dengan Juru Bicara (Jubir) Kepresidenan RI, Fadjrul Rahman, Ketua Umum PB NW KH. Lalu Gede Muhammad Zainuddin Atsani, Lc, M.Pd.i, juga menilai bahwa keteladanan Maulana Syekh TGKH Zainuddin Abdul Majid, selaku pendiri NW dan salah satu pahlawan nasional patut ditiru.

Menurut KH. Zainuddin Atsani, sosok Maulana Syekh berjuang bukan saja untuk agama melainkan atas nama bangsa Indonesia.

“Konsensus tersebut melahirkan solusi terbaik untuk sebuah negara yang tidak dibangun atas satu faham atau agama, tapi terbangun karena ingin lepas dari keterjajahan yang berdaulat serta sejajar dengan bangsa lain didunia,” terang KH Zainuddin Atsani saat mempresentasikan pendapatnya didepan peserta seminar via zoom meeting, Minggu (17/10).

Diakuinya, Indonesia memilik keberagaman suku dan agama. Dan sadar bahwa agama modalitas untuk menjalankan ibadah sesuai dengan keyakinan masing-masing.

“Islamis mu dibangun diatas nasionalisme, bukan malah sebaliknya. Jadi, Itu adalah pendapat saya. Semoga kita mengikuti jejak pahlawan yang mendahului kita seperti yang diteladani Maulana Syekh Zainuddin Abdul Majid,” terang KH. Zainuddin Atsani mengakhiri pengantarnya.

Sementara itu, Kolonel Inf. Budi Rahmawan saat menyampaikan penjelasannya menegaskan, mewarisi nilai-nilai perjuangan para pahlawan dengan pengorbanan dan penderitaan yang diterimanya patut diteladani.

Bagi Kepala Seksi Teritorial Korem 162 Wirabhakti itu, para pahlawan itu tahan akan penderitaan yang dialaminya, salah satu perjuangan Jendral Besar Soedirman dimasa perjuangan kemerdekaan.

BACA JUGA  Bupati Lotim Ikutsertakan Kades dan Camat Beli Garam Lokal

“Siapa yang tahan akan penderitaan, itulah yang menjadi baik. Hikmah dari perjuangan para pahlawan itu yang bisa dipelajari dan diteladani,” pinta Budi.

Agar terhindar dari penjajah dan penindasan, terangnya, bangsa Indonesia mengirim putra terbaiknya untuk bersekolah ke luar negeri.

“Di era kemerdekaan, putra yang terbaik disekolahkan ke luar negeri. Tujuannya agar putra-putri Indonesia menjadi lebih pintar untuk negeri sendiri,” jelasnya. (WR-di)

Artikel sebelumyaMayat Guru Honorer Ditemukan Tergeletak di Pekarangan Warga
Artikel berikutnyaGubernur NTB Sediakan 1000 Tiket Gratis Nonton WSBK dan Moto GP Untuk NW

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here