Beranda BERITA 20 Jabatan Kepsek di Lotim Di-Plt-kan

20 Jabatan Kepsek di Lotim Di-Plt-kan

456
0
Foto : Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lombok Timur, Achmad Dewanto Hadi mem-PLT-kan sebanyak.20 jabatan kepala sekolah. (doc)

LOMBOK TIMUR – Sekitar 20 sekolah pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lombok Timur (Lotim) kekurangan Kepala Sekolah (Kepsek).

Untuk mengisi kursi kosong pada jabatan Kepsek, pihak Dikbud Lotim terpaksa harus mengangkat Pelaksana Tugas (PLT).

“Sekitar 20 sekolah terpaksa di PLT kan,” terang Achmad Dewanto Hady kepada wartawan saat ditemui dikantor Bupati Lotim, Senin, (18/10).

Tidak menutup kemungkinan, kata Dewanto Hady, kosongnya jabatan kepala sekolah di Lotim juga akan bertambah pada tahun ini. Lantaran pada tahun ini beberapa kepala sekolah akan memasuki masa pensiun. Sementara pihaknya hanya baru mampu mendiklat calon kepala sekolah sebanyak 35 orang.

“Ini menjadi PR buat kita, sementara kita hanya baru mampu mendiklatkan calon kepala sekolah sebanyak 35 orang. Karena memang porsi penganggaran kita hanya cukup disitu,” katanya.

Dilain sisi, Dikbud Lotim bisa merasa lega atas solusi yang ditawarkan oleh Pemerintah Pusat (Pempus), karena Pempus menawarkan pemanfaatan guru penggerak yang nantinya bisa menduduki jabatan sebagai Kepsek maupun pengawas.

“Kita tunggu regulasinya, kami sudah diberikan informasi oleh Dirjen Nuptk bahwa guru penggerak akan bisa menjadi kepala sekolah dan pengawas. Seperti apa regulasinya, kita akan tunggu,” sebutnya.

Dikatakannya, syarat untuk menjadi Kepsek sebenarnya tidak terlalau sulit, hanya saja kebijakan untuk menjadi Kepsek harus Diklat Calon Kepala Sekolah (Cakep) dan penguatan.

“Yang dulu syaratnya hanya pangakat minimal 3C, kalau sekarang tidak boleh lagi, walaupun pangkat memenuhi tapi belum diklat cakep atau penguatan tidak boleh menjadi Kepsek. Itu masalahnya,” katanya.

Kendati kekurangan Kepsek, ia menyebutkan bahwa tidak mengganggu proses belajar, karena pihaknya sudah mem-PLT-kan Kepsek.

“Saya rasa tidak menggangu proses belajar, karena sudah mem-PLTkan kepala sekolah itu dengan mengangkat guru yang sudah senior di sekolah itu,” kata Dewanto. (WR-sid)

BACA JUGA  Tingkatkan Ekonomi Masyarakat, BUMDes Pengadangan Kembangkan Industri Jasa
Artikel sebelumyaGubernur NTB, Sambut Kedatangan Atlet PON XX Papua di Bandara Bizam
Artikel berikutnyaIKLAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here