LOMBOK TIMUR – Sebagai bentuk dukungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Timur (Lotim) terhadap kemajuan pendidikan keagamaan dan para santri, Pemkab Lotim menghibahkan 14 bidang tanah seluas 86.130 m2 atau bila dinominalkan senilai Rp. 7,5 miliar.

14 bidang tanah yang telah dihibahkan Pemkab Lotim itu, 9 bidang diantaranya telah bersertifikat atas nama Kementerian Agama dan 5 bidang tengah diproses untuk pemecahan sertifikat.

Google search engine

“Hibah itu diperuntukkan lokasi kantor KUA, sekolah/madrasah, pondok pesantren dan pusat layanan haji dan umrah di lingkungan kantor Kementerian Agama Lotim,” sebut Bupati Lotim, Drs. HM Sukiman Azmy pada upacara peringatan hari santri tahun 2021, Jumat (22/10).

Pada Selasa (18/10) lalu tambah Sukiman, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lotim melalui komisi I juga telah menyetujui hibah sejumlah lahan aset Pemda.

“DPRD Lotim melalui Komisi I telah menyetujui hibah 11.800 m2 lahan asset Lotim untuk pondok pesantren,” tambahnya.

Pada penghujung sambutannya, Bupati berharap kerjasama dan sinergi Pemda Lotim dengan Kemenag dan Pondok Pesantren (Ponpes) semakin kuat untuk mewujudkan Lotim yang adil, sejahtera dan aman.

Sebelum Sukiman membacakan amanat pada upacara itu, ia berkesempatan menyampaikan amanat mewakili Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas.

Dalam amanat Menteri Agama yang disampaikan Sukiman, Yaqut mengingatkan pernyataan sikap santri dalam tema yang diusung, yaitu ‘Santri Siaga Jiwa’.

Dijelaskannya bahwa siaga jiwa berarti santri tidak lengah menjaga kesucian hati dan tetap berpegang teguh pada nilai, akidah dan akhlak. Para Santri diingatkan untuk tidak memberikan celah masuknya ancaman ideologi yang dapat merusak persatuan dan kesatuan.

Sementara siaga raga berarti badan, tubuh, tenaga dan buah karya santri didedikasikan untuk Indonesia.

“Para santri tidak boleh lelah dan terus berkarya untuk negara Indonesia,” ungkapnya.

BACA JUGA  Lotim Kebagian Paling Banyak Latsitarda XLII

Tema kali ini juga relevan pada mas pandemik saat ini, diingatkannya bahwa santri tidak boleh lengah menerapkan protokol kesehatan. Selain mendorong keteladanan dan kontribusi pesantren dalam vaksinasi, Menteri Yaqut juga mengapresiasi keberhasilan pondok pesantren dalam pencegahan, penanggulangan dan pengendalian covid-19.

Pada upacara yang dilakukan di halaman Kantor Bupati Lotim itu, dilakukan pula penyerahan hibah tanah Pemda senilai Rp. 1,324 M lebih, serta penghargaan satya lencana kepada 5 karyawan lingkup Kemenag Lotim. (WR-sid)

Artikulli paraprakLangkah Cepat Pemrov NTB Tanggulangi Kekeringan
Artikulli tjetërGasak HP, Remaja Asal Kesik Dibekuk

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini