Beranda BERITA ISLAM dan TRADISI MAULID NABI

ISLAM dan TRADISI MAULID NABI

129
0
Maulid Nabi Muhammad SAW
Foto : Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW.

FotoIslam dan tradisi Maulid Nabi adalah peringatan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW yg biasa dilakukan oleh masyarakat Islam setiap tanggal 12 Rhabiul awwal H. Tanggal, Bulan dan Tahun kelahiran Sang Nabi pun masih menggunakan pendekatan hitungan waktu mundur, karena Sang Nabi memang lahir saat dimana penanggalan Hijriyah belum ada.

Beliau lahir pada hari senin tanggal 12 rabiul awwal tahun 570 M, sesuai sabda Sang Nabi melalui Abu qatadah yg diriwayatkan oleh imam Muslim:
“Itu adalah hari aku dilahirkan, diangkat menjadi Nabi dan diturunkannya Al-Quran (pertama kali) kepadaku ” (HR.Muslim)

Peringatan Maulid Nabi dizaman Sang Nabi dan para sahabat tidak pernah dirayakan, akan tetapi sahabat selalu mengingat akan hari kelahiran beliau yaitu dengan cara berpuasa setiap hari senin pada setiap minggunya. Bahkan Jumhur ulama kemudian berpendapat bahwa puasa senin dan kamis adalah sunnah muakkadah. Karena Rasulullah (Sang Nabi) kita selalu melaksanakan nya disepanjang hidup beliau. Apakah itu secara tesirah beliau memperingati hari kelahiran,? terserah kita memaknainya.

Berikutnya adalah kapan tradisi peringatan Maulid Nabi ini dimulai?
Menurut kajian beberapa kitab tariq tradisi peringatan maulid Nabi secara besar dan bersama sama pertama kali dilakukan oleh Muhammad Shalahudin Al Ayubbi dari Kesultanan saljuk yg kemudian mendirikan dinasti ayubiyah di Mesir yg berfaham Sunni.

Salahudin melakukan tradisional peringatan maulid Nabi ini adalah upaya dia memberikan pemahaman yg menyeluruh terhadap sejarah Kenabian Muhammad SAW kepada Prajurit dan masyarakat islam saat itu dalam rangka membangun semangat jihad mereka menghadapi perang Salib II yg dilakukan oleh raja-raja Kristen Eropa. Nampaknya peringatan Nabi ini berhasil dan pasukan Salahudin berhasil menguasai Palestina /yurisalem setelah lama dikuasai raja Kristen eropa. Dan dimasa Salahudin menjadi Sultan pemdiri dinasti Ayyub tradisi tetap diteruskan. Terlebih setelah pemindahan kekuasaan dari kekahlifahan Dinasti fatimiyah yg beraliran syiah ke khalifahan Dinasti Abasiyah yg beraliran Sunni tradisi ini berlanjut sampai sekarang.
Bila kemudian tradisi ini dianggap meniru niru tradisi Natal pada umat Kristen, ini sangatlah berbeda. Karena tradisi Natal didasari dengan ajaran Pagantisme yg di ikuti oleh Yunani dan Romawi. Ajaran ini adalah ajaran penyembahan terhadap banyak dewa. Karena itu melihat acara Natal dan Paskah umat Kristen hari diwarnai dengan lampu hias pada pohon Natal (pohon cemara) dan tradisi yg lain yg hampir semuanya mengutip tradisi Kaum Pagan .

BACA JUGA  HP Tertinggal di ATM, Seorang Sopir Terpaksa Diamankan

Bila kemudian tradisi Maulid Nabi ini dilakukan secara berlebihan dan kemudian jauh dari tujuan yg diharapkan sebagaimana yg dilakukan oleh Sultan Shalahudin dan para pendahulunya maka boleh jadi tuduhan meniru praktek tradisi Natal kaum Kristen benar adanya.
Berikutnya adalah Bagaimana pandangan Islam terhadap peringatan Maulid Nabi?

Sesungguhnya Al-Quran menghargai sejarah. Bahkan Al-Quran sebagai kitab suci ummat islam dan merupakan kitab suci dari Agama Samawi terakhir mengandung lebih dari setengahnya sejarah ummat terdahulu. Al-Quran bercerita tentang kemegahan kaum Nabi sulaiman yg beriman kepada Allah, keindahan negeri-negeri yg diberkahi seperti Syam sesudah mereka beriman. Tetapi Al-Qur’an juga tidak melupakan kisah penderitaan Kaum Tsamud karna menolak ajaran Nabi Shaleh, tidak lupa mengisahkan tentang penderitaan Banu Israil karena mereka terlalu banyak mengeluh dan banyak bertanya kepada Nabi Musa.

Seperti itulah Islam menghargai sejarah seperti Al-Quran menghargai dan menuliskan sejarah para Nabi Allah. Islam juga mencatat sejarah Nabi Mereka yaitu Rasulullah Muhammad Saw. Udahan memahami sejarah perjalanan Nabi ini mestinya harus dilakukan setiap saat di setiap elemen umat islam. Mulai dari tingkatan Raudatul Atfal, Ibtidaiyah, Tsanawiyah dan madrasah Aliyah harus di lakukan. Adapun peringatan Maulid Nabi dapat digunakan sebagai sarana untuk meningkatkan semangat dan motivasi kita mengenal Sang Nabi. Bila kita lebih banyak mengenal Sang Nabi InsyaAllah kita akan lebih mudah mengikuti setiap sunnah nya.

Berikutnya adalah sebagian kelompok interen Islam menganggap peringatan Maulid Nabi itu Bid’ah. Dan semua yang Bid’ah itu bodoh. Dan setiap yg bodoh itu neraka.

Saya kira perkara bidah tidak bisa dipake untuk menyikapi atau memandang peringatan Maulid Nabi Karena Maulid Nabi bukan perkara Ibadah, tetapi lebih cocok ditempatkan pada perkara muamalah yaitu dalam rangka silaturrahim, persatuan dan meningkatkan semangat dan jihad umat Islam. Ada sebuah usul fiqih yg menarik bagi saya yang awam ini yaitu Dalam hal Ibadah, pada hekekatnya semua tidak boleh kecuali yg diperintahkan. Sementara dalam hal muamalah pada hakekatnya semuanya boleh kecuali yang dilarang.

BACA JUGA  Dalam Sehari, Lotim Pecahkan Rekor Vaksinasi Hingga Tembus 41 Ribu Dosis

Dengan memahami realitas Maulid Nabi sebagai suatu tradisi dalam Islam sepatutnya kita memandang bijak masalah ini untuk kita yg tidak melakukanya. Sementara bagi sebagian saudara kita yang melaksakannya supaya jangan berlebihan . Apalagi sampai mengikuti tradisi kaum pagan yg dilakukan oleh umat diluar kita
Wallahuallam bis sawab…

** Heri Sabri Akbar **

Artikel sebelumyaMantan Kades Banjar Sari Divonis 2 Tahun Penjara
Artikel berikutnyaLangkah Cepat Pemrov NTB Tanggulangi Kekeringan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here