LOMBOK TIMUR – Rencana Pemerintah Kabupaten Lombok Timur (Lotim) untuk mendatangkan mesin pembuatan spandek segera terwujud. Mesin seharga Rp. 3.6 miliar itu dijadwalkan tiba pada bulan Nopember 2021 mendatang.

Kepastian tibanya mesin spandek itu diungkapkan Sekretaris Dinas Perindustrian Lotim, L. Alwan Wijaya, S.Pd, M.Pd saat ditemui wartawan.

Google search engine

Menurut Alwan Wijaya, untuk lokasi penempatan mesin tersebut sudah disiapkan diwilayah Kecamatan Sikur, tepatnya di Unit Pelayanan Teknis (UPT) Logam yang ada di Kotaraja, Kecamatan Sikur, Lotim.

“Area yang sudah kita siapkan seluas 36 are,” sebut Sekretaris Dinas Perindustrian Lotim, Lalu Alwan Wijaya.

Untuk mendukung rencana pembangunan pabrik spandek itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lotim menyiapkan dana sebesar Rp 84 juta untuk rehab beberapa fasilitas gedung UPT Logam.

Adapun bahan baku pembuat spandek itupun tidak menjadi persoalan baginya, karena akan ada pihak ketiga yang akan mempersiapkan itu.

“Ada sejumlah perusahaan yang sudah menawarkan kerjasama, makanya untuk bahan baku kita tidak akan merasa kesulitan,” katanya.

Mesin pembuat spandek rencananya akan datang dari China. Pabrik itu juga kabarnya tidak hanya membuat spandek, melainkan juga akan membuat kanal C.

“Kalau melihat dari anggaran yang ada, mungkin mesinnya dari China,” imbuhnya.

Lanjut Alwan, untuk kapasitas produksi yang dihasilkan oleh mesin itu belum diketahui secara pasti. Sementara, soal sumber daya manusia yang akan mengoperasikan mesin itu katanya satu paket dengan dana yang digelontorkan.

Terkait dengan pasaran spandek dan kanal C ini diyakini akan mampu bersaing dan laris dipasaran. Selain banyak pihak yang melirik sambung Alwan, spandek dan kanal C ini juga menjadi salah satu kebutuhan banyak orang, khususnya untuk proyek pembangunan.

BACA JUGA  Kasus DBD di Lotim Tidak Mengalami Peningkatan

Atas akan kehadiran pabrik spandek dan kanal C ini diharapkan mampu menyerap tenaga kerja lokal, sehingg mampu mengurangi pengangguran di Lotim. Pun pabrik ini diyakini kedepannya tidak akan mangkrak atau tidak bisa beroperasi.

“Keberadaan pabrik ini nanti bisa mengurangi pengangguran dan menambah lapangan pekerjaan,” tutupnya. (WR-sid)

Artikulli paraprakNTB Siap Jadi Tuan Rumah Event Y20 Indonesia Februari 2022
Artikulli tjetërSi Jago Merah Lalap Tiga Rumah di Pesanggrahan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini