LOMBOK TIMUR – Sejak pandemi Covid-19 melanda, sektor riil paling banyak terdampak. Tak terkecuali pedagang kecil.
Hal itu dirasakan oleh sejumlah pedagang di kawasan wisata Joben – Otak Kokoq, Kecamatan Montong Gading, Lombok Timur.

Sebut saja Inaq Astiah dan beberapa pedagang kecil lainnya yang tengah membuka lapak di daerah wisata Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) Desa Pesanggrahan itu.

Google search engine

Biasanya, omzet dagangan terjual sebelum pandemi mencapai kisaran Rp. 200 ribu hingga Rp. 300.000 per harinya. Namun, sejak pandemi melanda, per harinya hanya diperoleh antara Rp. 17.000-Rp. 18.000.

“Kalau dipikir-pikir dagangan kami turun drastis hingga 70 persen lebih,” ungkap Inaq Astiah saat ditemui wartawan.

Tentu saja, penghasilan yang diperoleh pedagang jauh dibawah rata-rata penghasilan dari biasanya. Tak jarang, para pedagang mencari cara untuk mendapatkan tambahan penghasilan diluar dari berdagang.

Tak hanya itu, Inaq Astiah juga mengeluhkan kurangnya perhatian dari pemerintah kabupaten maupun Pemdes.
Bantuan Sosial (Bansos) yang selama ini diberikan belum dirasakan oleh sejumlah pedagang yang terkena dampak pandemi ini. Bantuan tersebut sebagai upaya untuk meringankan beban para pedagang dilokasi ini.

“Saya belum merasakan bantuan pemerintah. Nah, kalau masyarakat lainnya sudah banyak yang menerima bantuan,” tutur Inaq Astiah yang mengaku selama ini menanggung kebutuhan hidup keluarganya itu.

Alih-alih mendapatkan bantuan, malah pedagang dikawasan Otak Kokoq harus menyetor retribusi setiap minggunya kepada pengelola wisata sebesar Rp. 5.000.

Foto : Tampak dagangan Inaq Astiah yang berada dikawasan wisata Joben Otak Kokoq, sepi. (doc)

Sementara itu, Kepala Desa Pesanggrahan, Kecamatan Montong Gading, H.Badrun membantah jika para pedagang dikawasan Otak Kokoq tidak memperoleh bantuan.
Bantuan itu berupa paket tenda dan sebagainya. Meski diakuinya tidak bisa semua menerima lantaran terkendala anggaran yang terbatas.

BACA JUGA  Guru Berprestasi di Lotim Dapat Tiket Umroh Tahun 2022

“Bantuan itu kita dapatkan dari Dinas Sosial. Memang ada saja masyarakat yang mengeluh. Tapi, kami sudah ajukan bantuan untuk para pelapak sampai ke Dinas Sosial Prov. NTB,” aku Badrun.

Untuk bantuan sembako dari Desa kata H.Badrun belum bisa diberikan karena tidak semua pedagang di Joben warga Desa Pesanggrahan menerima bantuan itu.

“Pemdes sudah merencanakan program pemberdayaan untuk para pedagang kaki lima. Saat ini masih dalam tahap pengusulan pada Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes),” ujarnya. (WR-di)

Artikulli paraprakSport Tourism Jadi Branding Baru Wisata Sembalun
Artikulli tjetërPengedar Sabu Asal Jurit Dibekuk Tim Satresnarkoba Lotim

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini