LOMBOK TIMUR – Geopark Rinjani menginisiasi event Rinjani Geopark Sport Tourism Festival di Sembalun, Lombok Timur. Event yang digelar tanggal 24 Oktober hingga 7 November ini sebagai bentuk komitmen Geopark Rinjani membantu membangkitkan pariwisata di masa pandemi.

“Kami melihat sport tourism ini berpotensi besar untuk dikembangkan sebagai lokomotif penggerak bangkitnya sektor pariwisata di Sembalun khususnya, dan di Nusa Tenggara Barat pada umumnya,” kata GM Rinjani Lombok UNESCO Global Geopark Moh Farid Zaini saat pembukaan di Sembalun, Minggu (24/10).

Google search engine

Event Rinjani Geopark Sport Tourism Festival terdiri dari 3 event utama dan 6 event pendukung. 3 event utama itu diantaranya adalah Rinjani Geopark Sembalun 7 Summits yang berlangsung dari tanggal 25 s/d 28 Oktober 2021. Event ini hasil kolaborasi dengan Komite Sembalun 7 Summits.

Kegiatan ini diikuti oleh para penyuka trail run, atlet, pecinta olahraga gunung. Total peserta 60 orang dari NTB dan luar NTB.
Event kedua adalah Sembalun Paragliding Festival yang akan berlangsung dari tanggal 30 sampai 31 Oktober 2021 yang merupakan hasil kolaborasi dengan Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Lombok Timur. Event ketiga Rinjani Geopark International Enduro yang akan digelar dari tanggal 5 s/d 7 November 2021 hasil kolaborasi dengan Gravity Enduro Indonesia.

“Sekarang tidak bisa kita jalan sendiri-sendiri. Harus kolaborasi. Semua event yang diselenggarakan ini adalah kolaborasi dengan semua pihak,’’ kata Farid.

Event pendukung sendiri tidak kalah menarik. Ada 6 kegiatan tambahan yang memeriahkan festival ini, diantaranya eksibisi dan latihan bersama panahan, kompetisi mini catur, eksebisi permainan tradisional egrang, lomba begasingan, Rinjani Art Camp dan bazar UMKM Lingkar Rinjani. Seluruh kegiatan akan dipusatkan di Pusat Informasi Geopark Rinjani (PIGR) Sembalun – Lombok.

BACA JUGA  Santri Ponpes Sajang Dihantui Culture Shock, Rumaksi : Saya Khawatir

Event Rinjani Geopark Sembalun 7 Summits dibatasi maksimal 20 tim. Setiap tim terdiri dari 3 orang pendaki dan 1 orang manager pendakian. Mereka adalah orang-orang terpilih yang sudah teruji secara fisik dan mental untuk bisa menuntaskan tujuh puncak yang ada di Sembalun ini dalam waktu 4 hari saja.

Sembalun Paragliding Fest 2021 akan memeriahkan festival ini juga dengan konsep fun fly and ground handling games yang akan terbang bertolak dari Bukit Lawang menuju ke Rest Area Sembalun. Sedangkan untuk peserta Rinjani Geopark International Enduro, jumlah peserta yang telah mendaftar hingga saat ini adalah sejumlah 300 orang dari 2 kategori yang dilombakan yaitu kelas atlet dan kelas adventure. Sebagian peserta datang dari dalam dan luar NTB bahkan ada juga yang datang jauh-jauh dari Inggris sebanyak 4 orang yang sudah memastikan hadir sebagai peserta.

Ketua BPPD Lombok Timur sebagai salah satu partner penyelenggara festival ini berharap agar kegiatan-kegiatan seperti ini bisa rutin dilaksanakan.

“Sering-seringlah buat kegiatan-kegiatan menarik seperti ini, sebab ini bisa jadi momentum untuk menghidupkan kembali pariwisata NTB, khususnya di Lombok Timur,” kata Ketua BPPD Lotim Muhammad Nursandi.

Sekretaris Daerah (Sekda) Lombok Timur, HM Juaini Taufik mengapresiasi Geopark Rinjani bersama tim dan volunteer yang berhasil menciptakan kolaborasi dan menggagas Rinjani Geopark Sport Tourism Festival. Dia yakin dengan kegiatan ini bisa membangkitkan pariwisata di Lombok Timur.

“Diksi-diksi kolaborasi itu enak sekali didengar, terlebih lagi di masa pandemi ini. Kolaborasi sangat lebih pantas daripada kompetisi,” ungkap Juaini.

Kepala Dinas Pariwisata NTB Yusron Hadi optimistis pariwisata NTB akan kembali bangkit. Setahun ini banyak event diselenggarakan di NTB.

“NTB siap bangkitkan kembali pariwisatanya, kita punya banyak potensi yang bisa kita dorong untuk bersaing menjadi event-event nasional bahkan internasional,” katanya.

BACA JUGA  Sukiman Pastikan Kesiapan Event Rinjani 100

Terinspirasi dari kegiatan Rinjani Geopark Sport Tourism Festival ini, Yusron mengatakan kegiatan seperti ini bisa dikolaborasikan dengan event lainnya. Misalnya pada saat event sport tourism, digelar juga event budaya. Memperbanyak kegiatan dan menyebar di beberapa lokasi akan membantu membangkitkan ekonomi.

“Ini bisa menjadi event tahunan,’’ katanya.

Sementara itu, Salah satu Komite Sembalun 7 Summits, Rudy Rochmansyah mengatakan event Rinjani Geopark Sembalun 7 Summits adalah event pertama di Indonesia. Biasanya event trail run gunung hanya mengambil satu gunung. Sementara di event ini, peserta harus menuntaskan 7 puncak dan berlangsung selama 4 hari.

“Ini bisa menjadi branding bagi Lombok sebagai lokasi penyelenggaraan event dengan konsep multistages mountaineering race,’’ kata Rudy.

Event sport tourism, kata Rudy, sedang berkembang dalam 10 tahun terakhir ini. Beberapa event seperti trail run, marathon, tri athlon, mountaineering race, balap sepeda selalu ramai. Bahkan beberapa event sudah berskala internasional. Event sport tourism ini juga biasanya berlangsung beberapa hari. Sehingga masa tinggal wisatawan lebih lama di destinasi tempat penyelenggaraan event.

“Seperti Sembalun 7 Summits, minimal 3 hari tinggal di Sembalun. Ini artinya teman teman pengelola penginapan mendapatkan berkah, begitu juga transportasi dan logistik,’’ kata pria yang juga penggemar mountaineering race ini. (WR-di)

Artikulli paraprakHadiri Home Turnamen Badmintoon PB. Taring Jerowaru, Sekda Lotim Akui Ketangguhan Tuan Rumah
Artikulli tjetërOmzet Turun Drastis Dikeluhkan Pedagang Dikawasan Wisata Joben

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini