JAKARTA – Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung, Leonard Eben Ezer Simanjuntak, membantah beredarnya informasi melalui aplikasi WhatsApp tentang undangan Konferensi Pers yang dikeluarkan Dewan Pimpinan Pusat Pembela Kesatuan Tanah Air Indonesia Bersatu (DPP PEKAT IB).

Rencana konferensi pers dengan hastag (#) bertuliskan #CopotJaksaAgungRI dan #MendukungSetiaUntungArimuladiJadiJaksaAgung, dinilai Kapuspenkum Kejagung RI statemen tidak mendasar dan cenderung mengadu domba.

Google search engine

Padahal, Wakil Kejagung RI, Setia Untung Arimuladi, S.H. M. Hum, dalam pernyataan yang disampaikan Kapuspenkum Simanjuntak, secara tegas tidak pernah mengenal sama sekali serta tidak memiliki hubungan apapun dengan DPP PEKAT IB.

“Undangan DPP Pekat IB untuk melakukan Konferensi Pers yang akan dilaksanakan pada hari Selasa (26/10), tidak benar adanya,” ujar Leonard Eben Ezer Simanjuntak dalam rilisnya, Selasa (26/10).

Ia juga menolak anggapan bahwa Wakil Jaksa Agung tidak pernah melakukan konspirasi ataupun menyetujui isi pesan WhatsApp itu. Apalagi mengajak atau mendukung konspirasi mencopot Jaksa Agung RI atau mendukung Wakil Jaksa Agung RI untuk menjadi Jaksa Agung RI, sebagaimana hastag (#) yang tertulis dalam undangan yang disebarkan melalui aplikasi WhatsApp.

Justru kata Kapuspenkum Jaksa Agung RI itu, Wakil Jaksa Agung RI tetap mendukung dan membantu Kajagung RI dalam setiap program kerja, kebijakan serta tugas-tugas Jaksa Agung RI. Termasuk seluruh para Jaksa Agung Muda dan Kepala Badan Diklat Kejaksaan.

Bahkan, kata dia, Wakil Jaksa Agung yang juga Ketua Persatuan Jaksa Indonessia (PJI) menyampaikan seluruh jajaran pengurus PJI untuk terus mendukung penuh Jaksa Agung dalam menjalan kepemimpinannya serta program-program kerja dan semua kebijakannya.

Untuk itu, ia meminta kepada DPP PEKAT IB bahkan kepada siapapun untuk tidak menggunakan Setia Untung Arimuladi, S.H. M. Hum untuk kepentingan pribadi ataupun kelompok tertentu dalam upaya merusak citra kewibawaan Jaksa Agung maupun institusi Kejaksaan.

BACA JUGA  Lombok Barat Inisiasi Konsep Rumah Sakit hijau

“Sampai saat ini, seluruh jajaran Pimpinan Kejaksaan (Pusat dan Daerah) serta seluruh pegawai tetap solid bersama Bapak Jaksa Agung untuk membangun Kejaksaan Republik Indonesia menjadi lebih baik dan dipercaya masyarakat,” ujarnya.

Untuk itu, diharapkan tidak ada pihak lain menggunakan nama pimpinan Kejaksaan Agung untuk kepentingan tertentu yang akan membuat polemik di masyarakat. (WR-di)

Artikulli paraprakTidak Berizin, Tim Gabungan Tutup Tambang Galian C di Desa Korleko
Artikulli tjetërSosialisasi Kesetaraan Gender Salah Satu Indikator Kemajuan Daerah

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini