LOMBOK TIMUR – Dor…dor..! Dua kali suara letusan sempat didengar sejumlah warga disekitar komplek perumahan blok Z-A rumah korban Briptu. Hairul Tamimi di Griya Pesona Madani Denggen, Kecamatan Selong, Senin siang (25/10).

Letusan itu terjadi sekitar pukul 12.00 wita. Namun, warga sekitar belum mengetahui jika letusan itu merupakan senjata milik pelaku Bripka MN (36) yang sengaja ditembakkan kepada korban hingga tewas ditempat.

Google search engine

Suparman, Kepala Lingkungan RT. 25 Blok Z-A yang sempat ditemui wartawan mengaku, tidak mengetahui jika telah terjadi penembakan di wilayahnya.

“Saya baru mendapatkan kabar setelah pak Lurah menghubungi saya jika telah terjadi penembakan di komplek ini,” ujar Supratman kepada wartawan.

Meski demikian, ia mengaku ingin mencari tahu siapa warga yang sempat mendengar atau melihat kejadian itu.

Demikian pula beberapa warga disekitar lokasi kejadian pun tak mengetahui pasti asal suara letusan.
Meski mereka sempat melihat seseorang menenteng senjata laras panjang mengarah ke rumah korban.

“Saya kira hanya suara balon pecah. Suara itu kayaknya dua kali,” ujar sejumlah warga yang identitasnya tidak ingin dipublish media.

Mereka tak menyangka jika suara yang disangka ledakan balon itu ternyata letusan senjata api yang menewaskan korban Briptu Hairul Tamimi, salah satu anggota staf Humas Polres Lombok Timur.

Seperti diberitakan sebelumnya, Peristiwa memilukan itu terjadi dirumah korban Griya Pesona Madani RT. 25 Blok ZA, Denggen, Kecamatan Selong, Lombok Timur Senin siang (25/10) sekitar pukul 12.00 wita.

Foto: Senjata organic laras panjang yang digunakan pelaku Bripka MN untuk menghabisi rekan seprofesinya Briptu. Hairul Tamimi, Senin siang (25/10). (doc)

Informasi yang didapatkan media, Jenazah korban ditemukan pertama kali oleh rekannya sendiri, Bripka Syarif Hidayatullah, staf Humas Polres Lotim.
Sebelum ditemukan meninggal dunia, salah seorang staf Humas Polres Lotim sempat menghubungi korban melalui handphone.
Namun, rupanya handphone milik korban tertinggal diruang kerja Humas Polres Lotim.

BACA JUGA  Soal Sertifikat Vaksin Palsu, Kepala Puskesmas Lab. Lombok Tolak Terlibat

Merasa curiga, Bripka Syarif pun berinisiatif ke rumah korban di perumahan Griya Pesona Madani sekitar pukul 14.00 wita.
Alangkah terkejutnya Bripka Syarif, Korban sudah dalam posisi bersimbah darah dengan dua lubang menganga mengenai dada korban.

Saat ditemukan, posisi korban tengah memakai handuk warna ungu berlumuran darah. (WR-di)

Artikulli paraprakBanyak KPM Tidak Terima Bantuan, Bupati Lotim : Semua Harus Terlibat, Termasuk Kades
Artikulli tjetërSatpol-PP Lotim Cegat Pembawa Miras ke Songak

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini