LOMBOK TIMUR – Tim gabungan dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Polisi/TNI dan Pemerintah Kecamatan Lombok Timur (Lotim) terpaksa menutup tambang galian C tidak berizin (ilegal) beroperasi diwilayah Korleko, Kecamatan Labuhan Haji, Lotim pada Senin (25/10) sekitar pukul 09.00 wita.

Pada operasi itu sekitar lima lokasi penambangan yang disambangi. Satu per satu tambang galian C dipesisir sungai Rumpang itu didatangi petugas. Hasilnya ditemukan penambangan yang tidak mengantongi izin.

Google search engine

Adapun lima lokasi itu tambang itu di Desa Korleko Selatan dan di Kecamatan Lenek.

“Yang tidak mengantongi izin ini kita tutup dan pasangkan baliho, kegiatan yang kita lakukan ini merupakan bagian dari pengawasan sekaligus penertiban terhadap usaha penambangan,” sebut Kabid Penegakan Perda Satpol-PP Lotim, Sunrianto kepada wartawan, Selasa (26/10).

Disalah satu lokasi tambang yang berlokasi di Korleko Selatan memiliki izin lengkap dan sudah di perpanjang, namun warga setempat mengusulkan agar pembuangan limbah hasil pengerukan tidak dibuang ke aliran sungai.

“Yang pasti tambang yang belum punya kan di tutup sementara sampai izin dikeluarkan oleh instansi terkait,” tandasnya.

Yang jelas sebutnya, penutupan galian C ilegal yang dilakukan itu sesuai dengan dan mengacu pada Perda No. 8 Tahun 2013 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup. (WR-sid)

BACA JUGA  IKLAN
Artikulli paraprakSatpol-PP Lotim Cegat Pembawa Miras ke Songak
Artikulli tjetërKapuspenkum Kejagung RI : DPP PEKAT IB Berupaya Benturkan Kajagung dan Wakajagung

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini