LOMBOK TIMUR – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lombok Timur (Lotim) menyebutkan terjadi peningkatan jumlah pemilih sebesar 35 persen dari sebelumnya. Peningkatan itu disebutkan setelah digelarnya rekapitulasi daftar pemilih berkelanjutan tahun 2021 priode bulan Oktober.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Polres Lotim, Kodim 1615/Lotim, Dinas Pendudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Lotim, RSUD R Soedjono Selong, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) dan RS Medical Center, jumlah pemilih berkelanjutan tahun 2021 priode Oktober ini sebanyak 937.657 pemilih, dengan rincian pemilih laki-laki sebanyak 451.844 pemilih, sedangkan perempuan sebanyak 485.813 pemilih yang tersebar di 21 kecamatan.

Google search engine

“Itu data yang kita peroleh dari stackholder terkait,” terang Ketua KPU Dr M Junaidi kepada wartawan saat menggelar Rapat Rekapitulasi Daptar Pemilih Berkelanjutan Tahun 2021 periode bulan Oktober, Rabu (27/10).

Dari jumlah pemilih yang direkapitulasi ini menunjukkan adanya peningkatan dari jumlah pemilih tahun 2019 lalu. Adapun jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) pada pemilihan tahun 2019 lalu sebanyak 906.094 pemilih, dengan rincian pemilih laki-laki sebayak 437.492 pemilih dan pemilih perempuan sebanyak 468.602 pemilih.

“Merujuk pada daftar pemilih tetap pada tahun tahun 2019 lalu, maka di Lotim terjadi peningkatan jumlah pemilih sekitar 31.563 pemilih atau sekitar 35 persen,” katanya.

Masih kata Junaidi, pada semester II tahun 2020 lalu jumlah penduduk Lotim sebanyak 1.316.188. Dengan jumlah penduduk itu, persentase penduduk yang dapat memilih sekitar 71 persen.

“Yang tidak bisa memilih itu karena belum memenuhi syarat untuk menjadi pemilih,” imbuhnya.

Adapun rekapitulasi daftar pemilih itu dilakukan setiap bulan sekali. Ia meyebutkan, selama belum ditetapkan menjadi DPT maka data tersebut akan tetap mengalami perbaikan.

” Sebelum menjadi DPT maka data pemilih ini tetap kita akan lakukan perbaikan, karena kita setiap bulan akan melakukan rekapitulasi data pemilih ini dan setiap tiga bulan sekali kita akan rapat internal,” katanya.

BACA JUGA  Panglima Barisan Hizbullah Perluas Wilayah Dakwah

Dijelaskannya, faktor meningkatnya jumlah pemilih itu karena adanya pemilih baru, adanya masyarakat luar yang masuk ke Lotim, pensiunan TNI/Polri dan lainnya.

“Untuk faktor Tidak Memenuhi Syarat (TMS) itu karena adanya penduduk pindah keluar, penduduk tidak dikenal, penduduk hilang ingatan, penduduk yang dicabut hak pilihnya, bukan penduduk setempat,” tutupnya. (WR-sid)

Artikulli paraprakDeklarasi ODF Kota Mataram, Wagub NTB : Komitmen Kunci Sukseskan 5 Pilar STBM
Artikulli tjetërBupati Lotim Harap Para Kades Pelajari Kebijakan Pemda

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini