LOMBOK TIMUR – Peserta pada Badan Penyelenggara Jaminan sosial Ketenagakerjaan (BPJamsostek) di Lombok Timur (Lotim) terbilang masih rendah. Hal itu terlihat dari jumlah peserta BPJamsostek yang aktif sekitar 16 ribu orang.

“Menurut data Badan Pencatatan Statistik (BPS), sekitar 535 ribu masyarakat Lotim itu merupakan angkatan kerja. Sementara yang aktif menjadi peserta BPJamsostek sekitar 16 ribu orang. Masih jauh sekali yang aktif di BPJamsostek ini. Masih banyak pemberi kerja yang belum sadar,” terang Kepala BPJamsostek cabang Selong, Akbar Ismail kepada wartawan, Kamis (28/10).

Google search engine

Adapun rincian dari 16 ribu peserta BPJamsostek aktif itu merupakan penerima upah maupun yang bukan penerima. Sekitar 14 ribu orang diantaranya penerima upah dan sekitar 2 ribu merupakan peserta mandiri.

“Yang mandiri ini, selama tiga bulan nunggak bayaran otomatis non-aktif sebagai peserta. Jadi posisi selalu berubah setiap bulan dan posisi bulan ini sekitar 2.400 orang tenaga kerja mandiri,” sebutnya.

Terkait dengan itu, pihaknya telah bekerjasama dengan Dinas Ketenagakerjaan dan transmigrasi (Disnakertrans) Lotim. Kolaborasi itu bermaksud untuk membandingkan data yang ada di BPJamsostek dengan Disnakertrans Lotim, dengan begitu perusahaan yang tidak terdaftar di BPJamsostek akan ditindaklanjuti.

“Kita akan tindaklanjuti bersama Disnakertrans Lotim dengan berkunjung atau memberikan surat. Kalau masih belum terdaftar juga, maka kita serahkan ke kejaksaan,”

Selain itu, BPJamsostek juga bekerjasama dengan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Lotim, dengan tujuan agar perusahaan yang mengurus izinnya harus melampirkan bukti keikutsertaan dalam BPJamsostek.

“Itu tujuan kita mengajak DPMPTSP untuk bekerjasama,” imbuhnya.

Dikatakannya, didalam perusahaan sendiri ada namanya Perusaan Wajib tapi Belum Daftar (BWBD). Secara regulasi, setiap perusahaan wajib sebagai peserta BPJamsostek tapi banyak yang belum daftarkan diri.

BACA JUGA  Ratusan CJH Lotim Ramai-Ramai Tarik ONH

Atas hal itu, Sebelumnya BPJamsostek bersama Disnakertrans Lotim pernah memanggil sekitar 110 perusahaan yang belum terdaftar sebagai peserta BPJamsostek. Namun alasan perusahaan yang tidak mendaftar sebagai peserta BPJamsostek ini masih mengacu pada UU No. 13 tahun 2003.

“Cuma perusahaan ini masih ada yang mengacu pada aturan UU No. 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan, tapi kalau UU No. 24 tahun 2011 tentang BPJamsostek, aturan itu tidak berlaku lagi,” ujarnya. (WR-sid)

Artikulli paraprakKembali Berulah, Residivis Jambret di Lotim Diborgol
Artikulli tjetërPertanyakan Status Lahan SKE, Warga Sembalun Geruduk Kantor Pertanahan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini