LOMBOK TIMUR – Setelah kian lama menyandang status Level I, Kabupaten Lombok Timur (Lotim) kini ditetapkan menjadi level III.

Naiknya status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) tersebut, bukan lantaran meningkatnya angka penderita Covid-19. Melainkan hasil capaian vaksinasi yang masih terbilang rendah.

Google search engine

Sekretaris Daerah (Sekda) Lotim, Drs. HM. Juaini Taufik, M. Ap, mengaku bahwa acuan utama dalam penentuan level saat ini karena capaian vaksinasi. Pada tanggal 23 Oktober lalu tercatat di P-Care capaian vaksinasi di Lotim baru 48 persen. Sedangkan menurut data manual sudah mencapai 52,44 persen.

“Jadi di P-Care dengan manual itu ada selisih sekitar 44 ribu,” ujar Taufik kepada WartaRinjani saat dihubungi via telpon, Jum’at (28/10).

Naiknya Lotim menjadi level III tidak akan bertahan lama. Diyakini Taufik dalam tiga hari ke depan Lotim sudah turun level menjadi level II. Adapaun syarat turun level menjadi level II harus 50 persen masyarakat sudah mendapatkan vaksin dosis pertama dan masyarakat Lanjut Usia (Lansia) diatas 40 persen.

“Menurut data terakhir, capaian vaksinasi kita mancapai 54 persen,” katanya.

Sekiranya pada minggu depan ada droping vaksin dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) sekitar 200 ribu dosis, maka dipastikan 70 persen warga Lotim sudah mencapai Herd Immunity.

“Dengan begitu, kami yakin Lotim akan turun level. Kalau dari indikator transmisi penularan dan kapasitas respon kita level 1,” tutupnya. (WR-sid)

BACA JUGA  Rekanan Proyek 'Dermaga Labuhan Haji' Masuk Daftar DPO
Artikulli paraprakKetua KPK Sikapi Wacana Hukuman Mati Oleh Kejagung RI
Artikulli tjetërBPN Lotim Selesaikan 93 Persen Sertifikat Tanah

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini