LOMBOK TIMUR – Operasi Yustisi Penyakit Masyarakat (Pekat) berhasil menyita ratusan Minuman Keras (Miras) tradisional berbagai jenis disejumlah tempat.

Operasi yang digelar Tim gabungan TNI/Polri, Brimob, Kejaksaan Negeri dan Pol-PP Lombok Timur (Lotim) pada Sabtu malam (30/10) sekitar pukul 19.00 wita.

Google search engine

Dari operasi tersebut tim gabungan berhasil menyita ratusan liter miras di empat kecamatan, yakni Kecamatan Sakra, Keruak, Sikur dan Masbagik.

Berdasarkan keterangan dari Kepala Bidang (Kabid) Penegakan Perda Satpol-PP Lotim, Sunrianto, lokasi pertama yang menjadi targetnya bertempat di Kuwang Wae, Kecamatan Sakra Timur. Namun di lokasi pertama tidak ditemukan adanya Barang Bukti (BB) miras.

“Di lokasi pertama kami tidak menemukan adanya BB miras,” terang Sunrianto kepada Wartarinjani, Minggu (31/10).

Tim gabungan kembali melakukan penyisiran ke wilayah Keruak, tepatnya di Desa Kampung Baru, Tanjung Luar. Tim berhasil menemukan miras jenis tuak sebanyak 22 botol isian 1,5 liter.

Masih di Desa Kampung Baru, Tanjung Luar, tim berhasil menyita BB miras di dua titik lokasi yang berbeda. Ditemukan miras jenis bir sebanyak 8 botol, tuak 17 botol isian 1,7 liter dan brem sebanyak 6 botol isian 1,5 serta 4 botol isian 0,5 liter. Sedangkan di lokasi lainnya berhasil meyita miras jenis tuak sebanyak 16 botol isian 1,5 liter dan brem sebanyak 12 botol isian 1,5 liter.

“Di Desa Kampung Baru, Tanjung Luar itu kami berhasil mengaman miras di tiga titik lokasi, di dua lokasi pemilik wanita,” sebutnya.

Nampaknya penyisiran masih dilakukan di Kecamatan Keruak. Alhasil tim kembali menemukan miras jenis bir sebanyak 6 botol, brem 97 botol isian 1,5 liter dan isian 0,5 liter sebanyak 48 botol.

BACA JUGA  Antisipasi Bencana Alam, Pemkab Lotim Siapkan Seluruh Unsur

Setelah itu, tim gabungan yustisi beranjak dari Kecamatan Keruak dan menuju Kecamatan Sikur. Ditemukan miras jenis tuak sebanyak 75 botol masing-masing berisi 1,5 liter.

Terakhir, tim gabungan yustisi melakukan penyitaan BB miras sebanyak 5 ember bak tanggung isi 30 liter dan 6 ember isi 50 liter di Desa Danger, Masbagik.

“Di Masbagik kita dapatkan masih dalam ember, belum diisi dalam botol,” katanya.

Adapun total keselurahan miras yang berhasil disita sebanyak 856,5 liter, dengan rincian miras jenis bir sebanyak 13 liter, brem sebanyak 648,5 liter dan tuak sebanyak 195 liter.

“Semua BB sudah kami amankan di kantor Pol-PP Lotim,” ucapnya.

Lebih lanjut dikatakan Sunrianto, para penjual minuman haram itu diberi surat tanda penerimaan BB oleh PPNS. Namun salah satu penjual tidak diberikan surat tanda penerimaan BB dikarenakan tidak mau keluar dari dalam kamarnya.

“Satu orang tidak diberikan surat tanda penerimaan BB, karena penjual ini tidak mau keluar dari kamarnya,” ungkap Sunrianto. (WR-sid)

Artikulli paraprakDitinggal Mancing, Dua Remaja Bobol Rumah Warga
Artikulli tjetërFestival Mural, NTB Raih Juara Harapan 5 Tingkat Nasional

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini