LOMBOK TIMUR – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Gusti Ayu Bintang Puspayoga Darmawati, SE, M.Si, melakukan kunjungan kerjanya ke Desa Montong Betok, Kecamatan Montong Gading, Lombok Timur, Kamis (4/11).

Dalam kunjungannya itu, menteri PPPA memberikan apreasi terhadap pemberdayaan perempuan di Lotim.

Google search engine

Bupati Lotim, Drs. HM Sukiman Azmy yang menerima kunjungan kerja menteri PPPA itu menyampaikan harapan dan dukungan Kementerian PPPA untuk meningkatkan atau memajukan Lotim, utamanya dari aspek peningkatan indeks pembangunan manusia (IPM).

“Karena saat ini kondisi IPM Lotim berada di posisi ke-8 dan menargetkan dalam dua tahun ke depan IPM Lotim sudah berada di posisi ke-7,” ujar Sukiman, Kamis (4/11).

Selain memaparkan kondisi dan potensi alam Lotim, Bupati juga mengakui masih adanya berbagai persoalan termasuk perkawinan usia anak yang dinilai menjadi salah satu penyebab kualitas SDM di Lotim.

Tak lupa, ia juga menyampaikan terima kasih atas dukungan Kementerian PPPA untuk pemberdayaan perempuan dan anak di Lotim.

Menteri PPPA, Bintang Puspayoga mengapresiasi kinerja pemerintah dan berbagai lembaga swadaya masyarakat, seperti Institut KAPAL Perempuan dan Lembaga Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (LPSDM) atas keberadaan 13 sekolah perempuan di Lotim, hal ini sebagai upaya mendorong pemberdayaan perempuan di Lotim.

Demikian halnya dengan keberadaan Peraturan Desa (Perdes) tentang pencegahan perkawinan usia anak.

“Dikeluarkannya Perdes ditingkat desa itu sudah luar biasa,” bangga Bintang sembangi mengatakan perkawinan anak memiliki dampak sangat komperehensif, yaitu pada segi pendidikan, kesehatan serta ekonomi.

Bintang Puspayoga menyebutkan, komitmen Pemda mewujudkan perempuan yang berdaya dan anak yang terlindungi sangat dibutuhkan. Termasuk pula budaya merarik yang kerap menyumbang kasus pernikahan usia anak. Menurutnya, komitmen yang ditunjukkan Pemda Lotim akan dapat mewujudkan desa ramah perempuan dan peduli anak, sebagai salah satu program Kementerian PPPA.

BACA JUGA  Selain Salurkan Bantuan, Polsek Keruak Borong Jajanan PKL

Ia juga mendorong kontribusi perempuan terhadap pembangunan dan masyarakat di sekitarnya dan mengapresiasi sekolah perempuan tangguh Desa Montong Betok.

“Saya nilai sekolah perempuan sejalan dengan upaya pemerintah mewujudkan kesetaraan gender,” sebutnya.

Pada acara yang dihadiri kepala Dinas P3AKB provinsi NTB, Pimpinan organisasi wanita, Forkopimda Lotim, Pimpinan OPD, NGO dan Tokoh Agama serta Tokoh Masyarakat Lotim itu, Menteri PPPA juga berdialog dengan anggota sekolah perempuan, serta menyerahkan souvenir berupa KIT higienis perempuan dan sembako. (WR-sid)

Artikulli paraprakPMI yang Pulang Kampung Dapat Bantuan Sembako
Artikulli tjetërSerangan Kepada Jaksa Agung Diduga Terencana dan Tendensius

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini