LOMBOK TIMUR – Deputi Perlindungan Khusus Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI, Nahar, SH, M.Si tengah mengatensi korban perkosaan anak disabilitas yang masih dibawah umur. Korban berinisial LL (18) warga Desa Periyan, Kecamatan Montong Gading, Lombok Timur itu, kini masih dalam pengawasan.

“Ibu Menteri ke sini (Montong Gading, Red) untuk memastikan proses hukumnya berjalan. Demikian juga dengan tim penyidik,” jelas Nahar kepada wartawan saat mengunjungi LL korban perkosaan di Puskesmas Montong Gading, Kamis (4/11).

Google search engine

Selain itu kata Nahar, kementerian PPPA juga memberikan bantuan pendampingan kepada LL. Bentuk pendampingan itu seperti kunjungan disamping assesment untuk mengetahui korban masih diawasi oleh keluarganya.

Tak hanya itu, pendampingan tim psikolog pun patut diberikan untuk menghilangkan rasa trauma bagi korban.
Jika ternyata tidak memungkinkan diasuh keluarganya, kementerian akan menempatkan korban dilokasi pengasuhan alternatif.

“Proses pendampingan ini nantinya akan menentukan proses selanjutnya. Ibu menteri juga memberi sinyal agar kasus ini diusut tuntas,” tegas Nahar.

Sebagaimana diberitakan beberapa waktu lalu, korban LL saat peristiwa itu terjadi masih berusia 17 tahun. Setahun berlalu kasusnya belum terungkap. (WR-di)

BACA JUGA  Berkunjung ke Lotim, Menteri PPPA Apresiasi Pemberdayaan Perempuan di Lotim
Artikulli paraprakCapaian Vaksinasi di Kecamatan Sakra Masih Diangka 60,26 Persen
Artikulli tjetërBejango Nyiur Puncak Festival Bejango Bliq Desa Songak

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini