LOMBOK TIMUR – Data statistik yang dikeluarkan oleh tim satuan tugas (Satgas) Covid-19 per tanggal 4 November 2021, menunjukkan bahwa di Kabupaten Lombok Timur (Lotim) tidak ada kasus atau zero kasus Covid-19.

Sektetaris Satgas Covid-19 Lotim, Drs. HM Juaini Taufik menyatakan bahwa per tanggal 3 November tidak ada lagi penderita yang sedang di rawat di rumah sakit. Namun berdasar informasi terakhir yang diterima menunjukkan adanya dua kasus lagi, itu pun tengah menjalani isolasi mandiri.

Google search engine

Berdasarkan data yang diterima dari RSUD Selong, dari 25 orang yang memiliki gejala Covid-19, hanya satu orang yang dinyatakan positif setelah di tes PCR.

“Hanya satu orang yang positif. Kalau dibandingkan dengan yang dulu, tes 25 orang maka bisa 20 orang yang positif. Artinya, laju penurunan Covid-19 sudah mulai terasa,” katanya.

Kendati laju penurunan Covid-19 mulai terasa, namun sebelum status pandemi belum berakhir kewaspadaan itu harus tetap terjaga. Karena sambungnya, hal itu merupakan salah satu penangkal Covid-19 selain menerapkan prokes dan mempercepat herd immunity.

“Itu salah satu penangkalnya, selain yang utama kita menangkalnya dengan penerapan Prokes ini dan mempercepat capaian herd immunity,” sebutnya.

Berdasarkan data yang rilis, jumlah warga Lotim yang sudah vaksin sampai saat ini 621.296 dari 952.470 atau setara 65,23 persen. Hal itu menandakan bahwa untuk mencapai herd immunity sekitar 70 persen, Lotim hanya tinggal butuh 5 persen lagi.

“Tinggal 5 persen kita mencapai herd immunity,” imbuhnya.

Dari 21 kecamatan yang ada di Lotim, ternyata ada 5 kecamatan yang belum mencapai 60 persen keatas capaian vaksinasinya. Salah satunya di Kecamatan Labuhan Haji yang capaian vaksinasinya baru 57,83 persen.

Atas nama Satgas percepatan vaksinasi, Sekda Lotim mengepresiasi kedatangan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno ke Labuuhan Haji guna meninjau kegiatan vaksinasi dari Relawan Kawan Sandi (RKS).

BACA JUGA  Pemkab Lotim Jalin Kerjasama Dengan Oxfam Great Britain

“Mudahan dengan kendatangan menteri bisa lebih mempercepat pencapaian vaksin khususnya di Labuhan Haji ini, sehingga semua warga Lotim cepat capai herd immunity,” sebutnya.

Adapun terkait dengan level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Lotim, Taufik mengatakan masih berada pada level III. Belum terlepasnya Lotim dari level III karena masih rendahnya capaian vaksinasi.

“Level kita belum pada capaian vaksinasi lansia, syarat dari level dua lansia 40 persen, sementara posisi sekarang baru 36 persen. Dalam waktu dekat, sisa 4 persen itu akan dikebut sehingga level kita di Lotim bisa naik ke level dua,” harap Sekda Lotim. (WR-sid)

Artikulli paraprakTim Master Plan, Survei Kampung Lobster di Telong-Elong
Artikulli tjetërKemenparekraf Siapkan Tiga Indikator Kemenangan Tetebatu Sebagai Desa Wisata Terbaik Dunia

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini