LOMBOK TIMUR – Pemerintah pusat (Pempus) mengucurkan dana sebesar Rp. 4.6 miliar melalui Dinas Pariwisata (Dispar) Lombok Timur.

Bantuan dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tersebut untuk pengembangan destinasi wisata yang ada Lotim.

Google search engine

Kepala Bidang (Kabid) Destinasi dan Industri Pariwisata Dinas Dispar Lotim, Samsul Hakim menyatakan, anggaran yang didapatakan dari pusat itu berupa Dana Alokasi Khusus (DAK).

“Tahun 2021 ini kita tidak mendapatkan DAK dikarenakan kegiatan pendukung kita tidak lengkap,” ujar Samsul saat ditemui wartarinjani.net.

Selain bantuan pusat DAK kata dia, pihaknya juga akan mengupayakan dana pengembangan destinasi wisata dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD). Selain itu, pihaknya juga akan mengupayakan kolaborasi dengan Kementerian Desa (Kemendes) dan PDT RI melalui pengembangan desa wisata.

Bantuan pengembangan desa wisata dari  pusat ini untuk sembilan desa. Jumlah yang didapat per desa pun bervariasi.

“Ada 9 desa, itu dari Kemendes dan masing-masing desa ada yang mendapatkan program Rp. 400 juta hingga Rp. 600 juta,” sebutnya

Terkait dengan SK desa wisata seperti yang sudah diberikan langsung oleh Bupati Lotim, Drs. HM Sukiman Azmy kepada 91 itu, tidak menutup kemungkinan juga akan ada penambahan pada tahun 2022 mendatang.

“Tergantung dari potensi dari desa itu sendiri. Sementara ini, untuk rencana di tahun 2022 baru ada satu desa yang sudah mengusulkan, yaitu di Sikur Barat,” sebutnya.

Adapun 9 desa yang akan mendapatkan bantuan pengembangan destinasi wisata itu tersebar di beberapa tempat wisata di Lotim, seperti Sembalun, Pringgasela, Tetebatu, Kembang Kuning dan lainnya.

Pengembangan desa wisata yang berasal dari Pemkab Lotim sendiri untuk tahun 2022, pihaknya sudah mengusulkannya dari program DAK dan berhasil memperoleh dua kecamatan, yakni di Kecamatan Montong Gading, tepatnya di Joben dan di Kecamatan Pringgasela yang bertempat di Timba Nuh.

BACA JUGA  Hanya Lotim Kabupaten di NTB Berstatus PPKM Level I

“Insya Allah untuk desa-desa wisata ini, sepanjang anggaran bisa menyentuh ke desa, kabupaten juga akan memberikan bantuan,” ujarnya. (WR-sid)

Artikulli paraprakMubes Formabes Wadah Pemersatu Menuju Perubahan
Artikulli tjetërMenghadirkan ‘Lokalitas’ Dalam Destinasi Wisata Lombok

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini