LOMBOK TIMUR – Capaian vaksinasi di Kabupaten Lombok Timur (Lotim) sudah mencapai 70,21 persen dan menandakan Lotim sudah mencapai herd immunity. Dengan tercapainya herd immunity itu, level Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Lotim mengalami penurunan menjadi level -1.

Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) Lotim, DR. H. Pathurrahman menyebutkan bahwa penentuan level PPKM itu terdiri dari dua indikator, yakni indikator komunitas dan kapasitas respon.

Google search engine

Namun indikator penentuan level PPKM itu terjadi penambahan setelah keluar surat Immendagri No. 54 tertanggal 18 Oktober 2021, yakni ditentukan dengan capaian vaksinasi. Dengan adanya tambahan indikator itu, sempat membuat level PPKM di Lotim naik jadi level III yang semula berada pada level I.

Sebelum Lotim turun lagi ke PPKM level I, Lotim pernah naik level menjadi level II. Naiknya level Lotim waktu itu bukan karena trend kasus Covid-19 yang tinggi, melainkan karena capaian vaksinasi yang masih rendah.

“Semenjak ada Inmendagri ini, level di Lotim masuk level III. Tapi sekarang berada pada level I pada tanggal 5 November kemarin,” ujar Pathurrahman saat memberikan keterangan pers di ruang Rupatama 1 kantor Bupati Lotim, Senin (8/11).

Capaian vaksinasi di Lotim untuk dosis pertama mencapai 70,21 persen atau setara dengan 952.470 lebih orang dari 1,3 juta lebih penduduk Lotim. Untuk dosis kedua baru mencapai 21,20 persen atau sekitar 201.970 orang. Sedangkan untuk dosis ketiga khusus Tenaga Kesehatan (Nakes) mencapai 85,45 persen atau setara dengan 4.545 orang.

“Ini patut kita syukuri, ini berkat kerjasama semua stakholder, baik dari pemerintahan dan non pemerintahan,” ujarnya.

Dari awal, pemerintah memprediksikan capaian herd immunity pada akhir Desember mendatang. Namun capaian ini lebih cepat dari target awal yang ditentukan waktu itu. Hal itu dikarenakan percepatan yang terus gaungkan.

BACA JUGA  Puluhan Wartawan Lotim Divaksinasi

Dengan berada pada level I dan capaian vaksinasi yang sudah mencapai herd immunity, Pathurrahman menyebutkan bahwa semua kegiatan diperbolehkan. Namun semua kegiatan itu dengan penerapan prokes.

“Harus menggunakan prokes, minimal harus memakai masker,” katanya.

Ditempat sama, Sektetaris Daerah (Sekda) Lotim, Drsm HM Juaini Taufik menerangkan, kondisi percepatan ini selain dari kerja keras para Tenaga Kesehatan (Nakes) dan stakholder, tentu utamaya adalah kesadaran masyarakat.

“Ini hasil kerja keras semua pihak, tentu juga kesadaran masyarakat,” sebutnya.

Dikatakannya, meskipun Lombok Tengah (Loteng) lebih dahulu sudah mencapai herd immunity, akan tetapai capaian vaksinasi Lotim ini tertinggi di NTB. Hal itu dikarenakan jumlah sasaran Lotim yang lebih tinggi dari kota/kabupaten lainnnya.

Terkait dengan perbedaan data capaian vaksinasi pada P-Care dengan manual yang mengalami perbedaan, Juaini menyebutkan bahwa penyebab perbedaan itu dikarenakan pelaksanaan vaksinasinya yang dilakukan secara door to door.

“Para petugas ini belum sempat meng-input datanya, mungkin karena ada juga yang terkendala sinyal dan lainnya,” sebutnya.

Sementara itu, Kapolres Lotim, AKBP. Herman Suyono menyebutkan bahwa sasaran vaksin Lotim tertinggi di NTB.

Adapun perbedaan data pada P-Care dengan manual akan dilakukan percepatan, sehingga data yang ada pada P-Care dengan manual tidak ada kesenjangan.

“Kita akan percepat ini supaya tidak ada kesenjangan yang terjadi,” tutupnya. (WR-sid)

Artikulli paraprakJaksa Agung Keluarkan Pedoman Baru Kasus Narkotika Melalui Pendekatan Restoratif Justice
Artikulli tjetërPenembak Anggota Polisi Terancam Hukuman Mati

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini