LOMBOK TIMUR – Sesuai Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) RI, No. 49 tahun 2020, estimasi harga pupuk bersubsidi masih tidak jauh berbeda pada tahun 2022 mendatang.

Meski terjadi perubahan harga, namun tidak signifikan.

Google search engine

Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Timur, Lalu Kasturi, SP menyebutkan, sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk bersubsidi telah ditentukan berdasarkan Permentan RI. Untuk Pupuk Urea Rp. 2.250/kg, SP36 Rp.2400 /kg, ZA Rp. 1700/kg, NPK Rp. 2300/kg. Sedangkan pupuk Organik Rp. 800/kg dan pupuk Organik cair Rp. 20.000/liter.

“Dibanding tahun 2020 lalu, HET sesuai Permentan tahun 2021 ada kenaikan tapi tidak terlalu signifikan,” ungkap Lalu Kasturi.

Namun berdasarkan data yang ada kata dia, perubahan harga HET pupuk bersubsidi berdasarkan situasi yang terjadi.
Dia mencontohkan harga keseluruhan pupuk Musim Tanam (MT) tahun 2019-2020 lalu yang sedikit menurun dibanding tahun 2021. Untuk subsidi harga pupuk urea Rp. 1900/kg. Penurunan harga tersebut diikuti oleh jenis pupuk lainnya.

“Pemerintah selalu mengacu pada regulasi yang ada. Pendistribusian pupuk bersubsidi ini diawasi oleh Tim Komisi Pengawasan Pupuk Pestisida (KPPP) yang sudah dibentuk,” ujarnya.

Komisi itu bertugas untuk mengawasi dan mengantisipasi adanya pengecer dan distributor nakal.

Dikatakan Kasturi, pada akhir November ini sudah memasuki musim tanam ketiga. Karenanya, produsen akan menebus ke pihak distributor.
Pun demikian pada bulan Desember mendatang, pupuk sudah dalam posisi nol karena sudah ditebus oleh petani yang sudah masuk dalam elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK). (WR-di)

BACA JUGA  Lotim Butuh 80 Ribu Dosis Vaksin I untuk Turunkan Level
Artikulli paraprakKUA PPAS APBD 2022 Disusun Antisipatif, Responsif dan Fleksibel
Artikulli tjetërIKLAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini