LOMBOK TIMUR – Kejaksaan Negeri Lombok Timur (Lotim) menetapkan Pejabat Pembuat Komitmen ( PPK) berinisial NUG dan TR, rekanan PT Guna Karya Nusantara (GKN), sebagai tersangka proyek penataan dan pengerukan Pelabuhan Labuhan Haji, pada Dinas Pekerjaan Umum (PU) Lombok Timur tahun 2016 lalu.

Penetapan kedua tersangka itu dikeluarkan penyidik Kejaksaan Negeri Lotim pada hari Kamis siang (11/11).

Google search engine

Bertempat di ruang rapat Kejaksaan Negeri Lombok Timur telah dilakukan ekspose penetapan tersangka tindak pidana korupsi oleh tim penyidik Kejaksaan Negeri Lombok Timur dipimpin langsung oleh kepala Kejaksaan Negeri Lombok Timur, Irwan Setiawan, SH, dan dihadiri oleh seluruh Jaksa pada Kejaksaan Negeri Lombok Timur.

Kepala Seksi Intelijen Kejari Lotim, Lalu Mohammad Rasyidi, SH menegaskan, berdasarkan hasil ekspose tersebut diperoleh kesimpulan menetapkan dua orang tersangka. Penetapan tersangka setelah ditemukan kerugian negara sebesar Rp. 6.3 miliar lebih.

“Dari laporan hasil audit BPKP atas penghitungan kerugian keuangan negara telah ditemukan sebesar Rp. 6.361.048.182.

Dengan ditetapkan sebagai tersangka kata Rasyidi, maka tim penyidik Kejari Lotim akan segera memanggil saksi-saksi maupun para tersangka untuk dimintai keterangan. Pemeriksaan itu untuk mempercepat proses penyelesaian tindak pidana korupsi pada pekerjaan penataan dan pengerukan pelabuhan labuan haji pada Dinas PU Lombok Timur tahun 2016.

Seperti pemberitaan beberapa waktu lalu, Kepala Seksi Intelijen Kejari Lombok Timur, Lalu M. Rasyidi, SH yang juga Koordinator Penanganan kasus dugaan Tipikor penataan dan pengerukan Labuhan Haji, mengakui hasil temuan sebelumnya menjadi acuan yakni uang muka sebesar 20 persen atau hampir Rp. 9 miliar. Secara yuridis formil, materiilnya tidak ada pengembalian uang muka.

Sejatinya, Pemkab Lotim telah memberikan uang muka kepada rekanan PT Guna Karya Nusantara, namun proyek tersebut tidak dikerjakan oleh pihak kontraktor
Bahkan, uang muka yang telah diterima rekanan tersebut tidak dikembalikan ke kas daerah sebagai bentuk pertanggung jawaban rekanan. (WR-di)

BACA JUGA  BPJS Kesehatan Beri Penghargaan Kejari Lotim
Artikulli paraprakKapolres Lotim Siapkan Satu Unit Motor Bagi PKM yang Capai 100 Persen Vaksinasi
Artikulli tjetërBadan Jalan Tergenang, Sampah Pemicu Banjir

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini