Lombok Timur – ‘Nunas Nede’ merupakan salah satu prosesi gawe adat masyarakat Desa Kesik, Kecamatan Masbagik, Lombok Timur.

Ritual ini juga bentuk rasa syukur masyarakat setempat akan nikmat Allah SWT datangnya musim penghujan.

Google search engine

Sebagai ungkapan rasa syukur tersebut, setiap tahunnya masyarakat menggelar Gawe adat Nunes Nede yang merupakan tradisi tahunan.
Tradisi itu akan digelar pada hari Minggu esok, (14/11) di lokasi mata air Rametak sebagai salah satu sumber mata air yang dikeramatkan warga setempat. Tak hanya itu, gawe adat itu pun sekaligus akan digelar dilokasi Tirta Ratu yang diyakini warga sebagai lokasi pemandian seorang puteri pada masa lampau.

Kepala Desa Kesik, M.Kadri saat ditemui wartawan mengungkapkan pelaksanaan ritual Adat Nunas Nede ini akan dimulai tepat pada jam 08.00 wita sesuai ketentuan yang dihajatkan oleh pemangku adat.

“Acara ini merupakan acara turun temuran Masyarakat Desa Kesik. Tujuannya untuk memohon keselamatan agar hasil panen penduduk melimpah” ungkap Kadri.

Dikatakannya, acara adat Nunas Dene ini akan dimulai dari Lingkoq Remetak (Kolam kecil – Red) salah satu kolam yang disakralkan oleh masyarakat tempat dan merupakan induk dari tujuh kolam kecil lainnya.

“Nanti Masyarakat akan membawa beberapa jenis sesajian dan akan diiringi musik tradisional,” ucap Kadri.

Adapun pantangan dalam acara adar tersebut ungkap M.Kadri, khusus bagi kaum perempuan yang sedang dalam Keadaan menstruasi tidak diperkenankan mengikuti acara ini, karena hal tersebut bisa mempengaruhi kesakralannya.

Lebih lanjut kata M.Kadri, untuk acara puncak dari ritual Adat ini akan digelar di Lingkok Tirta Ratu yang selama ini dipercaya sebagai tempat para Ratu zaman dulu mebersihkan badan serta mempunyai beberapa khasiat lainnya.

BACA JUGA  Dewan Meminta Pilkades Serentak di Bulan Juli

“Konon ini dulu tempat mandi Ratu karena dibuktikan dengan bekas kaki disalah satu batu dekat lingkok tersebut dan kalau diperhatikan berbeda dengan bekas kaki manusia pada umumnya. Ini juga dipercaya oleh orang luar Kesik,” tandasnya

Dengan di adakan acara ini M.kadri berharap adanya perlindungan dari sang pencipta sehingga akan berdampak kebaikan bagi masyarakat.

“Acara ini merupakan simbol keberagaman dan kayanya bumi sasak ini dengan Adat dan budaya,” ujarnya. (WR-di)

Artikulli paraprakBalap IATC 2021 Dapat Disaksikan Secara Live
Artikulli tjetërPWI Lombok Timur Gelar Diklat Jurnalistik Dasar Tingkat Pelajar

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini