LOMBOK TIMUR – Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan sebagai momentum syiar dan dakwah untuk membumikan al-qur’an, sekaligus memberikan pemahaman, khususnya kepada ummat muslim agar lebih memahami isi dan kandungan Al-qur’an sebagai pedoman hidup.

“Yang tidak boleh dilupakan adalah implementasi nilai-nilai ajaran al-qur’an dalam kehidupan pribadi maupun bermasyarakat,” tegas Wakil Bupati Lombok Timur (Lotim), H. Rumaksi Sj pada acara pembukaan kegiatan Musabaqah Tilawatil Qur’an ke-29 tingkat Lotim.

Google search engine

Kendati demikian, ia juga tak bisa mengelak bahwa hal itu bukanlah hal yang mudah. Akan tetapi, ia meyakini bahwa selama yang dilakukan untuk kebaikan, Allah akan membantu.

Ajakan itu sesuai tema MTQ ke-29 yaitu ‘Ikhtiar menghadapi covid-19 dengan al-qur’an’. Pengalaman ajaran al-quran itu tentunya tidak hanya untuk menghadapi pandemi melainkan dalam berbagai kehidupan untuk kemajuan masyarakat dan menuju Lotim yang adil, sejahtera dan aman.

Kepada peserta MTQ, orang nomor dua di Litim juga mengingatkan agar menjadikan MTQ tidak hanya sebagai ajang perlombaan dan persaingan, melainkan untuk bersilaturrahmi, bertukar informasi dan pemikiran, serta meningkatkan kualitas diri.

“Saya merasa bersyukur karena MTQ dapat terlaksana pada situasi pandemi yang semakin mereda, dimana sudah tidak ada pasien yang dirawat di rumah sakit,” katanya.

Kondisi itu didukung pula capaian vaksinasi yang sudah mencapai lebih dari 70 persen sebagai persyaratan minimal terbentuknya kekebalan kelompok (herd immunity).

Terkait hal itu, Rumaksi menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang sudah bersinergi dan berkolaborasi, baik dari tenaga kesehatan, TNI-Polri, pimpinan OPD hingga masyarakat yang memiliki kesadaran dan kemauan untuk melakukan vaksinasi.

Meski begitu, ia mengingatkan masyarakat agar tetap menerapkan protokol kesehatan (Prokes) sehingga Lotim dapat segera keluar dari pandemi.

BACA JUGA  Angkasa Pura Logistik Handling Cargo MotoGP Mandalika

“Jangan lupa abai oenerapakan Prokes,” sebutnya.

Apresiasi juga diberikan atas prestasi qori-qoriah, hafiz-hafizah yang sudah mengharumkan nama Lotim pada Seleksi Tilawatil Quran dan Hadis (STQH) tingkat Nasional di Maluku Utara.

Wabup menilai prestasi itu merupakan gambaran pembinaan tilawatil quran Lotim. Namun demikian ia mengingatkan agar pembinaan dapat terus ditingkatkan demi mempertahankan serta meningkatkan prestasi yang sudah dicapai.

MTQ ke-29 tingkat Lotim berlangsung selama tujuh hari, 12-18 November yang diikuti oleh 711 orang peserta dari seluruh kecamatan yang ada di Lotim.

Golongan yang dilombakan adalah cabang tilawah anak, tilawah remaja, cacat netra, tilawah dewasa, tiraatussabaah remaja mujawaah, tartil al-qur’an, 1 juz tartil dan tilawah, tahfiz lima juz dan tilawah, tahfiz 10 juz, tahfiz 20 juz, tahfiz 30 juz, tafsir bahasa arab, tafsir bahasa Indonesia, tafsir bahasa inggris, khat al-qur’an golongan naskah, khat al-qur’an golongan hiasan musab, khat al-qur’an gol dekorasi, fahmil qur’an putra, fahmil qur’an putri, syahril qur’an putri, musabaqah makalah ilmiah al-qur’an.

Pada pembukaan itu, dikukuhkan pula dewan hakim dan panitia MTQ ke-29 tingkat Lotim yang dikukuhkan langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Lotim, Drs. HM Juaini Taofik,M. Ap yang juga selaku ketua umum LPTQ Lotim.

Pembukaan MTQ ke-29 itu dimeriahkan kelompok zikir zaman serta tari saman oleh siswi MAN Insan Cendekia Lotim. (WR-sid)

Artikulli paraprakPemancing Yang Terseret Banjir Akhirnya Ditemukan Meninggal Dunia
Artikulli tjetërBalap IATC 2021 Dapat Disaksikan Secara Live

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini