LOMBOK TIMUR – Meskipun ditengah gejolak pandemi Covid-19, penanganan stunting tetap menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Timur (Lotim). Pun dalam penanganan stunting tidak hanya cukup dari sektor kesehatan, melainkan juga kerja semua pihak, sehingga kasus stunting di Lotim terus mengalami penurunan.

“Penanganan stunting ini tidak cukup hanya pada bidang kesehatan, tapi ini kerja semua pihak,” terang Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) Lotim, DR H. Pathurrahman kepada wartawan, Senin (15/11).

Google search engine

Berdasarkan data Elektronik Pencatatan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (EPPGBM) di masing-masing pos pelayanan terpadu, penurunan kasus stunting diLotim cukup baik. Menurut data tahun 2018, kasus stunting di Lotim sebesar 26,46 persen, tahun 2019 turun menjadi 26,11 persen, pada tahun 2020 menjadi 21,07 persen, sedangkan pada bulan September 2021 yang dilakukan pencatatan dengan melakukan pengukuran tinggi badan anak balita, angka kasus stunting di Lotim tersisa 19,62 persen.

“Tren penurunan terlihat dari EPPGBM dengan laporan dari posyandu, kegiatan EPPGBM ini lebih lengkap. Dalam laksanakan intervensi pakai konvergensi dan dilaksanakan bersama dengan berbagai pihak,” katanya.

Diakuinya bahwa masalah stunting di Lotim merupakan permasalahan yang tetap menjadi perhatian serius. Hal ini sangat wajar karena prevalensi stunting sejauh ini cukup besar.

Berdasarkan secara nasional, data stunting berdasarkan hasil riset kesehatan dasar (Riskesda) yang digelar sekali lima tahun menggambarkan, pada tahun 2013 angka stunting sebesar 37,23 persen, angka itu menurun pada tahun 2018, yakni 30,8 persen.

Riskesda stuntig di tingkat Provinsi tahun 2013 45,20 persen menjadi 33,49 tahun 2018. Sedangkan Lotim tahun 2013 sebesar 43,80 persen menjadi 43,52 persen tahun 2018. “Pusat cukup tinggi penurunannya, tai kita di Lotm sangat kecil turunnya,” sebut Pathurrahman.

BACA JUGA  Pencuri Spesialis HP Lintas Kabupaten Diciduk Polres Lotim

“Mengacu pada level World Health Organization (WHO), data stunting di Lotim termasuk kategori sangat tinggi,” tutupnya. (WR-sid)

Artikulli paraprakRumah Warga Kelurahan Majidi Dilalap Api
Artikulli tjetërAnak Kandung Korban Perkosaan Sang Bapak Selama Bertahun-Tahun

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini