LOMBOK TIMUR – Kehadiran sosok orang tua sebagai pelindung dan jadi panutan bagi anak-anaknya. Tapi justru tidak berlaku bagi seorang ayah di Desa Lenek, Kecamatan Lenek, Lombok Timur (Lotim) ini. Pelaku berinisial S (40) tahun ini tega menggauli anak kandungnya sendiri selama bertahun tahun.

Pertama kalinya, bapak bejad ini tega menggauli darah dagingnya  sendiri sejak tahun 2015 lalu. Waktu itu Mawar (nama samaran korban, Red) masih duduk dibangku kelas 4 sekolah dasar.

Google search engine

“Pelaku ini menggauli korban sejak 2015 lalu,” terang Kasat Reskrim Polres Lotim, Iptu. Muhammad Fajri, S. Tr. K, kepada Wartarinjani.net saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (16/11).

Dari informasi awal yang didapati dari saksi yang juga masih berhubungan keluarga dengan korban. Korban tengah bersama pelaku didalam kamar kos.

“Saksi ini mendapatkan SMS dari korban, bahwa dia tengah bersama dengan pelaku disebuah kamar kos. Kemudian saksi menghubungi pihak desa setempat dan langsung mengamankan pelaku dan korban ke Polsek setempat,” katanya.

Adapun untuk iming-iming yang dijanjikan pelaku terhadap korban demi melancarkan aksi bejatnya itu, pihak kepolisisan masih melakukan pendalaman.

Untuk motifnya sendiri pun belum dijelaskan secara pasti. Namun dikatakannya bahwa pelaku sudah menjalankan aksinya sejak tahun 2015 lalu. Menurut pengakuan pelaku yang ditinggal kerjadi oleh istrinya yang menjadi Tenaga Kerja Wanita (TKW) ini sambungnya, terakhir kali perbuatan tak terpuji yang dilakukan pada anaknya kadungnya ini pada Kamis (11/11) kemarin.

“Motifnya masih diketahui secara jelas, kami masih mendalaminya,” katanya.

Menggagahi darah dagingnya sejak 2015 lalu, ia mengakui bahwa sudah melakukan hal itu sebanyak 30 kali. Adapun lokasi tempat pelaku menjalankan aksinya diindikasikan di dua TKP, yakni di rumah bibik korban dan di kos tempat tinggalnya pelaku.

BACA JUGA  Komplotan Begal Lintas Kabupaten Dibekuk Polisi

“Berdasarkan dari pengakuan pelaku, dia sudah menggauli anaknya sebanyak 30 kali. Lokasinya di dua tempat itu, dilakukan secara bergantian,” ucapnya.

Adaoun korban tidak berani melaporkan aksi bejat ayahnya itu diindikasikan adanya ancaman. Pihaknya pun sudah melakukan visum terhadap korban, namun hingga saat ini pihaknya masih menunggu hasil visum itu keluar.

“Kita sudah melakukan visum dan masih menunggu hasilnya keluar,” pungkasnya.

Atas perbuatan tak terpuji pelaku, pelaku akan dikenai pasal 81 Jo pasal 76D tentang UU perlindungan anak dengan ancaman pidana selama 15 tahun.(WR-sid)

Artikulli paraprakAngka Kasus Stunting di Lotim Terus Menurun
Artikulli tjetërTingkatkan SDM, Bupati Lotim Kerjasama Dengan UMY

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini