LOMBOK TIMUR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Timur (Lotim) menjalin kemitraan bersama Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) pada bidang pendidikan, pelatihan, pendampingan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM).

Kerjasama itu ditandai dengan penandatanganan MoU antara Bupati Lotim, Drs, HM Sukiman Azmy dengan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).

Google search engine

Dalam penandatangan itu, terlihat Bupati Lotim didampingi oleh beberapa Kepala Dinas dilingkup Organisai Pemerintah Daerah (OPD) Lotim, seperti Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), Dinas Pendidikan dan Budaya (Dikbud), ada juga Khusus Bidang Pendidikan, Stafsus Bidang Kesehatan, Kabag Umum dan Kabag Kerjasama.

Dalam kegiatan itu juga, orang nomor satu di Gumi Patuh Karya ini didaulat menjadi dosen kuliah umum, dengan tema Integrasi SDGS RPJMD Kabupaten Lotim tahun 2018-2023. itu juga dihadiri langsung oleh Rektor UMY serta Civitas akademika kampus UMY.

Dalam membuka materi kuliah, Sukiman menyampaikan jumlah penduduk Lotim yang terbesar di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang berjumlah 1.208.594 jiwa.

“Jumlah penduduk Lotim itu terbesar di provinsi NTB,” sebut Sukiman, Selasa (16/11).

Selain itu, ia menyebutkan laju pertumbuhan ekonomi dan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Lotim periode 2015-2020 yang mengalami fluktuasi.

Dirinya merincikan, pada 2015 ekonomi di Lotim diposisi 5,93 menjadi 5,23 persen. Sedangkan tahun 2016 sampai dengan 2017 di angka 6,25, atau mengalami kenaikan sebesar 3,36 persen.

Sedangkan tahun 2019 sebesar 4,68 persen, di 2020 mengalami kontraksi buntut akibat pandemi Covid-19, yakni minus 3,10 persen. Sementara di Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) pada bulan Agustus 2020 sekitar 68,11.

“Angka itu mengalami kenaikan sebesar 2,48 persen dibandingkan pada bulan yang sama di tahun sebelumnya, yakni di 2019 yang lalu,” sebutnya.

BACA JUGA  2022, Penyertaan Modal BUMD Akan Ditambah

Dilanjutkannya, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada bulan Agustus 2020 sebesar 4,17 persen, angka ini juga nampaknya mengalami kenaikan sekitar 0,70 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2019, yakni 65,01 60,56 63,8.

Pada tahun 2020, imbuhnya, IPM meningkat 0,11 persen. Di priode yang sama juga angka kemiskinan mengalami penurunan tajam, yakni 0,40 point, dibandingkan dengan 2019 lalu.

“Jika dilihat dari rata-rata, maka capaian itu lebih tinggi dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir, yakni 0,86 persen point,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, selain menyampaikan isu strategis pembangunan di Lotim, dirinya juga menyinggung tujuan dilakukannya penyusunan tersbut di tahun 2018-2023 serta 2019-2023.

Meningkatnya hasil pembangunan infrastruktur wilayah berdasarkan rencana secara berimbang pada bidang transportasi, energi, irigasi, air bersih, sanitasi, dan perumahan yang berwawasan lingkungan.

Masih kata Sukiman, kualitas SDM melalui ketersediaan akses pelayanan kesehatan dan rujukan serta pendidikan yang bermutu, terjangkau sesuai kemampuan masyarakat.

Ia juga mengatakan, meningkatnya pertumbuhan ekonomi daerah dan masyarakat yang bertumpu pada pengembangan potensi lokal melalui sinergi fungsi-fungsi pertanian, peternakan, perikanan, kelautan, perdagangan , pariwisata, BUMD, Koperasi dan sumberdaya lainnya serta meningkatkan pendapatan daerah dan investasi.

“Menurunnya angka kemiskinan melalui penurunan tingkat pengangguran, pemenuhan kebutuhan pangan dan pengentasan penyandang masalah kesejahteraan,” pungkasnya. (WR-sid)

Artikulli paraprakAnak Kandung Korban Perkosaan Sang Bapak Selama Bertahun-Tahun
Artikulli tjetërGubernur NTB Lepas 44 Awarde Ke Malaysia

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini