LOMBOK TIMUR – Wilayah selatan Kabupaten Lombok Timur (Lotim) masih menjadi fokus perhatian pemerintah dalam upaya memenuhi kebutuhan air bersih.

Dalam mengatasi kekeringan yang kerap kali terjadi, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Lotim menyiapkan program Pantai Selatan pada tahun 2022 mendatang.

Google search engine

Direktur PDAM Lotim, H Mudahan, ST, MM mengatakan, lima wilayah selatan Lotim masih menjadi perhatian serius. Kelima wilayah itu meliputi kecamatan, yakni Kecamatan Sakra, Sakra Barat, Sakra Timur, Keruak dan Kecamatan Jerowaru. Pun pada program itu, PDAM Lotim akan menggunakan empat sumber mata air yang kemudian akan dikumpulkan disatu titik, yakni di wilayah Kotaraja, Kecamatan Sikur dan kapasitas air itu 150 liter per detik.

Foto : Kantor PDAM Lombok Timur. (doc)

“Itu akan kita alirkan di lima kecamatan bagian selatan Lotim ini. Kapasitas air yang 150 liter per detik itu akan menyasar atau dimanfaatkan oleh 15 ribu Sambungan Rumah (SR) dan kita tengah mempersiapkan data masyarakat,” ujar Direktur PDAM Lotim, H Mudhan, ST, MM kepada wartawan, Rabu (17/11).

Pada program Pantai Selatan itu akan menyasar semua daerah yang ada di wilayah selatan yang kerap menjadi langganan kekeringan, seperti Ekas dan Batu Nampar. Sehingga sambungnya, pihaknya membutuhkan dua reservoir untuk di wilayah selatan Lotim yang akan di tempatkan di Sukaraje dan Ekas Buana.

“Kita membutuhkan dua reservoir untuk di selatan ini, pertama kita tempatkan di daerah Sukaraje dan di Ekas Buana untuk bisa meng-cover semuanya,” katanya.

Untuk bisa mengairi wilayah Selatan Lotim ini diakuinya tidak akan bisa kalau hanya mengandalkan mata air. Oleh karenanya, pihaknya juga akan menggunakan air baku yang akan diolah.

Lebih lanjut ia mengatakan, untuk bisa mengairi daerah selatan tidak bisa hanya m ngadalkan sumber mata air saja, namun juga akan menggunakan air baku yang akan diolah di wilayah Kotaraja dan akan di salurkan ke wilayah Selatan Lotim dengan kapasitar air 150 per detik.

BACA JUGA  Gasak HP, Remaja Asal Kesik Dibekuk

“Kita akan ambil air dari empat titik pengambilan kemudian disatukan ditempat pengolahan untuk diolah, yang kemudian disalurkan ke daerah selatan,” ujar Mudahan. (WR-sid)

Artikulli paraprakPembelajaran Tatap Muka Secara Normal Masih Tunggu Keputusan
Artikulli tjetërTidak Sinkron, Data P-Care dan Manual Warga Yang Tervaksin Selisih 43 Ribu

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini