LOMBOK TIMUR – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lombok Timur (Lotim) masih menunggu regulasi untuk memberlakukan sistem pembelajaran tatap muka secara normal.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lotim, H. Achmad Dewanto Hady, ST, MT memgatakan, pihaknya sudah berfikir untuk melakukan pembelajaran tatap muka secara normal. Namun hal itu belum bisa dilakukan karena masih tetap merujuk pada regulasi empat menteri yang menjadi pedoman.

Google search engine

“Sampai hari ini belum dikeluarkan aturan empat menteri yang dulu kita pedomani untuk melakukan pembelajaran tatap muka secara normal,” ucap Dewanto kepada wartawan.

Berhubung belum ada regulasi pembelajaran tatap muka secara normal, pihaknya menyiasatinya dengan melakukan memperpanjang jam belajar. Tetapi sistem shift tetap masih diberlakukan. Karena hal itu masih terikat dengan edaran bahwa kapasitas satu kelas itu harus setengah dari kapasitas biasanya.

Meskipun situasi pandemi Covid-19 sudah membaik, khususnya di Lotim dan terlebih lagi herd immunity sudah terbentuk sambungnya, namun pihaknya belum menerima adanya surat edaran yang memperbolehkan pembelajaran tatap muka secara normal.

“Sehingga celah yang bisa dilakukan ialah memperpanjang jam belajar, tetapi ketentuan prokesnya masih terikat. Seperti tetap memakai masker, kapasitas kelas setengah, kantin tidak boleh buka dan menetapkan prokes lainnya. Mudahan-mudahan dalam waktu dekat kalau ada regulasi kita akan lakukan pembelajaran tatap muka secara normal,” sebutnya.

Kendati vaksinasi sudah menyasar para pelajar, Dewanto menyebutkan bahwa hal itu tidak ada korelasinya.

“Vaksinasi tetap berjalan, tapi ketentuan pembelajaran secara normal belum ada,” tutupnya.(WR-sid)

BACA JUGA  OPINI : Residu Afganistan
Artikulli paraprakLotim Tuan Rumah Fieldtrip The 13th SeaBRnet Meeting
Artikulli tjetërAtasi Kekeringan, PDAM Lotim Siapkan Program Pantai Selatan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini