LOMBOK TIMUR – Selisih data pada P-Care dengan data manual warga Lombok Timur (Lotim) yang sudah tervaksin masih menjadi Pekerjaan Rumah (PR) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lotim. Pasalnya, kesenjangan antara data pada P-Care yang yang merupakan sistem pencatatan dan pelaporan vaksin dari pusat dengan manual ini masih berkisar diangka 43 ribu.

Ketidaksinkronan data itu diakui Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) Lombok Timur, DR. H.Pathurrahman saat ditemui wartawan, Rabu (17/11). Awalnya kata Pathurrahman, selisih data pada P-Care dan manual itu sekitar 70 ribu. Tapi setelah dilakukan percepatan dengan stackholder terkait, selisih data itu mengalami penurunan menjadi 43 ribu.

Google search engine

“Kami sedang dan akan memperbaiki terus pencatatan dan pelaporan ini, supaya kesenjangan data online dan manual tidak terlalu jauh,” terang Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) Lotim, Pathurrahman kepada wartawan, Rabu (17/11).

Adapun kendala pada saat memasukkan data warga Lotim ke P-Care sebutnya, adanya Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang tidak online dan gangguan jaringan internet. Guna antisipasi jaringan internet sendiri, Pemkab Lotim menggandeng Telkomsel dan Kominfo guna pelayanan pengirimiman lebih maksimal.

“Pemkab Lotim menggandeng Telkomsel dan Kominfo biar pengiriman cepat,” sebutnya.

Terjadinya kesenjangan data pada P-Care dan manual ini dikarenakan pihaknya fokus pelaksanaan vaksinasi untuk mengejar target. Hal ini dilakukan sebagai salah satu strategi untuk mendapatkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level I, terlebih lagi beberapa waktu lalu Lotim sempat naik level PPKM dari level I menjadi level III.

“Sampai saat ini, kita masih bisa mempertahankan status PPKM level I. Indikator vaksinasi masuk kategori memadai,” katanya.

Terkait dengan capaian vaksinasi hingga saat ini di Lotim sudah mencapai 72,81 persen untuk dosis pertama. Sedangkan dosis kedua baru mencapai 28,21 persen. Untuk merapatkan kesenjangan anta dosis satu dan dua, fokus satgas percepatan vaksinasi saat ini ialah untuk dosis dua dan lansia.

BACA JUGA  Buton Selatan 'Belajar' Perda Minuman Beralkohol di Lotim

“Kita akan fokus untuk vaksinasi dosis kedua dan lansia ini. Vaksinasi lansia baru mecapai 50,14 persen, targetnya lansia agar bisa masuk level memadai harus tervaksin 60 persen,” tutup Pathurrahman. (WR-sid).

Artikulli paraprakAtasi Kekeringan, PDAM Lotim Siapkan Program Pantai Selatan
Artikulli tjetërSatlantas Polres Lotim Maksimalkan Persiapan Personel Dalam Event WSBK dan MotoGP

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini