LOMBOK TIMUR – Pada tahun 2022, Pemerintah Kabupaten Lombok Timur akan memfokuskan diri pada penanganan infrastruktur. Ketiga infrastruktur yang menjadi prioritas itu diantaranya, jalan, jaringan irigasi dan penanganan air minum.

Usai menghadiri Rapat paripurna IV masa sidang I DPRD Lombok Timur (Lotim) di gedung Rapat Utama DPRD Lotim, Bupati Lotim H. Sukiman Azmy menegaskan, dalam dua terakhir ini penanganan infrastruktur terkendala karena adanya pandemi Covid-19. Sehingga anggaran yang ada pun terpotong oleh kebijakan pusat.

Google search engine
Ketua DPRD Lotim Murnan
Foto : Ketua DPRD Lotim, Murnan, SPd. (doc)

Kendati demikian, tahun 2022 sesuai dengan penandatangan nota kesepakatan bersama Pemkab Lotim dan DPRD Lotim terhadap KUA PPAS tahun anggaran 2022, penanganan infrastruktur akan menjadi prioritas yang selama 2 tahun terakhir terbengkalai.

“Kita tertunda karena pandemi ini. Untuk itu, akan diprioritaskan untuk infrastruktur walaupun Pemkab Lotim berencana melakukan peminjaman pada Bank NTB Syariah sebesar Rp. 200 miliar,” jelas Bupati Lotim Sukiman Azmy, Kamis (18/11).

Pinjaman ini kata Sukiman, semata-mata untuk hajat hidup masyarakat Lotim. Skema pengembaliannya pun akan diangsur hingga masa akhir jabatanny tahun 2024.

Rencana pinjaman Pemkab Lotim kepada Bank NTB Syariah ditanggapi Ketua DPRD Lotim, Murnan, SPd.
Menurutnya, ada tiga persyaratan yang harus dipenuhi dalam proses peminjaman tersebut. Pertama, kemampuan daerah untuk membayar utang. Kedua, masalah waktu pengembalian dan ketiga, pengunaan pinjaman.

“Syarat ini penting seperti belanja kemana saja dan diperuntukkan apa saja. Sebab, untuk peminjaman itu tidak semudah yang dibayangkan. Setelah disetujui dewan, harus mendapatkan rekomendasi dari pemprov NTB. Selanjutnya mendapay persetujuan dari Kemendagri,” jelas Murnan.

Bagi Murnan, program yang tertuang dalam RPJMD Bupati dan Wakil Bupati Lotim disebut realistis apabila sudah sesuai dengan target-target pembangunan dalam APBD.

BACA JUGA  Cegah Stunting, Pemkab Lotim Kenalkan Padi Varietas Inpari Nutrizinc

“Untuk peminjaman ini akan kita evaluasi kembali karena pinjaman ini masih bersifat gelondongan saja. Secara politis akan kami berikan sepanjang sesuai dengan target RPJMD,” ujar Murnan. (WR-di)

Artikulli paraprakSukses Gulung Koruptor, Jaksa Agung Sikat Mafia Tanah dan Pelabuhan
Artikulli tjetërKesetrum, PMI Asal Labuhan Haji Pulang Tanpa Tangan dan Kaki

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini