LOMBOK TIMUR – Wakil Bupati Lombok Timur (Lotim), H. Rumaksi Sj menghadiri rapat paripurna V masa sidang I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lotim dalam rangka penyampaian Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Lotim tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran 2022.

Guna mewujudkan visi Lotim yang Adil, Sejahtera dan Aman, APBD 2022 disusun dengan komposisi pendapatan daerah lebih dari Rp. 2,911 triliun, belanja daerah sebesar Rp. 3,172 triliun dan penerimaan pembiayaan daerah sebesar Rp. 323,250 miliar dan pengeluaran pembiayaan daerah sebesar Rp. 61,732 miliar.

Google search engine

Dari sisi pendapatan, direncanakan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Rp. 428,741 miliar dan pendapatan transfer pemerintah pusat sebesar Rp. 2,323 triliun lebih, serta lain-lain pendapatan daerah yang sah Rp. 30,379 miliar lebih.

RAPBD 2022 juga menganggarkan penerimaan pembiayaan sebesar Rp.323,250 miliar lebih. Angka tersebut dinilai merupakan estimasi rasional atas sisa lebih perhitungan anggaran tahun sebelumnya sebesar Rp. 7 miliar dan penerimaan pinjaman daerah sebesar Rp. 3 316,250 miliar.

“Pinjaman itu berasal dari pinjaman PT. Sarana Multi Infrastrukur (SMI) dan PT. Bank NTB Syariah,” katanya.

Rumaksi juga menjelaskan struktur RAPBD, dimana terkait urusan pemerintahan wajib yang menyangkut pelayanan dasar sebesar Rp. 2,95 triliun lebih, dengan urusan pendidikan mendapat porsi 30,18% dari total belanja atau Rp. 957,531 miliar lebih.

“Persentase ini sudah melampaui ketentuan persentase anggaran urusan pendidikan sebesar paling sedikit 20%. Sementara itu urusan kesehatan sesuai ketentuan dianggarkan minimal 10% dari total belanja. RAPBD Lotim tahun anggaran 2022 menganggarkan Rp. 601,967 miliar lebih atau 18,97% dari total belanja,” sebut Rumaksi.

Ia juga menyampaikan bahwa berbagai masukan dan saran DPRD pada pembahasan KUA-PPAS telah dirumuskan dalam penyusunan RAPBD tahun anggaran 2022.

BACA JUGA  Bupati Minta Dekopinda Lotim Berdayakan Koperasi yang Mati Suri

“Hal itu kita harapkan dapat meningkatkan kinerja pemerintahan dalam pelayanan kepada masyarakat,” pungkasnya. (WR-sid)

Artikulli paraprak58 Negara Sudah Menerima PMI Kecuali Malaysia
Artikulli tjetërWujudkan Lotim Kondusif, Bupati Lotim Minta Masukan Para Tokoh

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini