LOMBOK TIMUR – Sesosok mayat wanita ditemukan mengambang di sungai perbatasan Dusun Sukatani dengan Dusun Kesambik Elen, Desa Jurit Baru, Kecamatan Pringgasela pada Jum’at (26/11) sekitar pukul 07.30 wita.

Diketahui, identitas korban merupakan warga setempat bernama Sahruni (45) asal Dusun Kesambik Elen, Desa Jurit, Kecamatan Pringgasela, Lotim.

Google search engine

Adi Apriandi (38) warga Dusun Semertak Desa Lendang Nangka, Kecamatan Masbagik, orang yang pertama melihat sosok mayat yang tergeletak di sungai itu.

Saat itu, adi hendak buang air di irigasi dekat sawah tempatnya bekerja, namun alangkah terkejutnya ia ketika pandangannya tertuju pada sesok mayat, kemudian langsung berteriak kepada rekan kerjanya yang lainnya.

“Setelah itu, penemua mayat itu dilaporkan ke Kepala Dusun (Kadus) Kesambik Elen, Amaq rodi,” ujar Kapolsek Pringgasela, Iptu. Muhammad Zulmajdi kepada wartawan, Jum’at (26/11).

Berselang 30 menit dari ditemukannya mayat itu, pihak berwajib langsung menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk dilakukan pengamanan, serta menghubungi pihak Puskesmas Pringgasela untuk melakukan evaluasi.

“Korban dievakuasi dan dibawa ke rumah korban dan dilakukan pemeriksaan,” katamya.

Dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukannya tanda bekas kekerasan dan diperkirakan umur mayat lebih dari 48 jam ketika ditemukan dan sudah terjadi pembuksukan pada tubuh korban.

Menurut kesaksian dari pihak keluarga korban yang berhasil dihimpun, korban meninggalkan rumah sejak (24/11) sekitar jam 16.30 wita.

“Menurut keterangan keluarga, korban mengalami gangguan jiwa,” katanya.

Adapun posisi ditemukannya jenazah berada diketinggian sekitar 3,5 meter dibawah tempat penyeberangan yang ada dikali perbatasan Dusun Sukatani dengan Dusun Kesambik Elen.

Sejauh ini, penyebab kematian korban belum bisa disimpulkan dan akan dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

“Pihak keluarga juga sudah menerima kejadian ini sebagai musibah, menolak untuk dilakukan otopsi dan tidak akan mempermasalahkan peristiwa ini secara hukum ataupun pidana dengan membuat surat pernyataan dan surat pernyataan penolakan autopsi,” ucap Zulmajdi. (WR-sid)

BACA JUGA  Kasus Amaq Sinta Di SP3 kan
Artikulli paraprakTurunkan Angka Stunting, Pemkab Lotim Perbaiki Sektor Hulu
Artikulli tjetërPria Asal Janapria, Nekat Curi Ayam dan HP di Lenek

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini