LOMBOK TIMUR – Kasus stunting hingga saat ini masih menjadi persoalan bagi Pemerintah Kabupaten Lombok Timur (Lotim).

Namun, Pemkab Lotim kini punya strategi baru dengan memperbaiki di sektor hulu. Caranya, dengan mempersiapkan remaja atau calon pengantin diusia matang.

Google search engine

Sekretaris Daerah (Sekda) Lotim, Drs. HM Juaini Taufik, M. Ap mengatakan, pentingnya strategi itu dinilai lebih efektif sebagai upaya peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), dibandingkan hanya fokus memperbaiki asupan gizi pada anak stunting dan kekurangan gizi pada ibu hamil.

Disisi lain, upaya penanggulangan stunting sudah dilakukan pula melalui program Cegah Stunting Bersama Masyarakat (Canting Mas), yang tahun ini menjadi Canting Mas Go Green dengan meningkatkan pula kepedulian terhadap lingkungan.

“Lotim menjadikan stunting sebagai salah satu fokus dalam upaya peningkatan kualitas SDM sebagai bagian dari peningkatan Indek Pembangunan Masyarakat (IPM),” terang Taufik pada acara peluncuran program Dashat yang berlangsung Kamis (25/11) di Desa Aik Dewa, Kecamatan Prnggasela, yang juga dihadiri oleh Irtama BKKBN RI, Ari Dwikora Tono. Upacara itu juga sekaligus menyerahkan BKB KIT atasi stunting kepada kader pengelola Dashat desa setempat.

Dengan berbagai langkah yang dilakukan serta kolaborasi dan sinergisitas semua komponen, Juaini optimis penurunan angka stunting dapat diwujudkan sesuai target nasional hingga 14% pada 2024 mendatang. Apalagi didukung program Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat) dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).

“Saya harap tidak hanya diaplikasikan di Kampung KB Dua Dara, Desa Aik Dewa, Kecamatan Pringgasela, melainkan juga di desa-desa lainnya di Lotim,” katanya sembari mengapresiasi program Dashat itu.

Sementara itu, Inspektur Utama (Irtama) BKKBN RI, Ari Dwikora Tono yang meluncurkan program Dashat di kampung KB itu menyampaikan bahwa program itu tidak saja ditujukan meningkatkan kualitas gizi, melainkan juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengolahan dan optimalisasi pangan lokal.

BACA JUGA  Jerowaru dan Sakti Lokasi Sekolah Rujukan Bagi Korban Kekerasan Seksual

“Dengan program itu transformasi Kampung KB menjadi Kampung Keluarga berkualitas dapat wujudkan,” sebutnya.

Irtama juga mengapresiasi Pemda Lotim karena mendorong pembentukan Peraturan Desa (Perdes) pencegahan perkawinan usia anak.

“Hasilnya saat ini semua desa di Lotim telah memiliki Perdes itu,” tutupnya. (WR-sid)

Artikulli paraprakPenyelesaian HGU Lahan PT SKE Sesuai ‘By Data dan By Fakta’
Artikulli tjetërMayat Seorang Wanita Ditemukan Mengambang di Sungai

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini