LOMBOK TIMUR – Bencana alam dapat terjadi kapan saja dan di mana saja. Sebagai langkah pencegahan perlu kesiapan seluruh unsur, mulai dari pemerintah, jajaran TNI/Polri, Basarnas, seluruh stakeholder bersama masyarakat.

“Pencegahan lebih efisien dilakukan dari pada menunggu bencana kemudian dilakukan penanganan,” ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Lotim, Drs H. M. Juaini Taufik, M. Ap saat gelar apel siaga bersama dalam rangka penanggulangan bencana di Lotim, Sabtu (27/11).

Google search engine

Diingatkannya, berdasarkan analisis Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) bahwa pada akhir tahun 2021 diperkirakan akan terjadi peningkatan akumulasi curah hujan tinggi yang terjadi hampir di seluruh wilayah Indonesia. Hal tersebut dapat mengakibatkan berbagai macam bencana seperti banjir, banjir bandang, longsor, angin kencang, dan puting beliung. Dikataknnya bahwa bencana tidak pernah diharapkan namun harus diantisipasi.

“Bencana ini semua memang tidak kita harapkan namun kemungkinan besar bisa menerpa. Untuk itu kita semua harus optimis bersama masyarakat mengatasi hal itu,” ungkapnya.

Sekda berharap agar seluruh stakeholder terkait tidak hanya fokus pada kesiapsiagaan saja, namun juga fokus melakukan inventarisasi berbagai potensi kerawanan bencana secara menyeluruh.

Hal itu tidak kalah penting dilakukan agar memudahkan melakukan pemetaan dan antisipasi yang tepat dan terukur. Dengan begitu kekuatan personil dan peralatan dapat diukur serta dipersiapkan sesuai kondisi di lapangan. Oleh karenanya, ia mengajak untuk terus membangun kekompakan dan sinergi dalam pencegahan maupun penanggulangan bencana di Lotim.

Selain bencana alam, bencana non alam seperti covid-19 juga diingatkan Kapolres Lotim, AKBP. Herman Suriyono, SIK. MH. Ia mengingatkan kendati situasi covid-19 di Lotim sudah terkendali dan kini berada di level 1 (satu), namun berdasarkan rakor persiapan antisipasi libur natal dan tahun baru (Nataru) 2022 sesuai instruksi menteri dalam negeri (Inmendagri) 61 tahun 2021 seluruh wilayah akan menerapkan pembatasan level 3.

BACA JUGA  Siswa dan Guru Positif Covid-19,  Sekolah di Lotim Ditutup

“Langkah itu untuk mengantisipasi terjadi lonjakan kasus covid-19 pasca libur Nataru, termasuk di Lotim,” katanya.

Sementara terkait bencana alam, kepada seluruh peserta apel Kapolres berpesan bahwa cuaca ekstrim ini mengharuskan semua hadir di tengah-tengah masyarakat, mengingat aparat adalah manifestasi negara manakala masyarakat membutuhkan. (WR-sid)

Artikulli paraprakBupati Minta Dekopinda Lotim Berdayakan Koperasi yang Mati Suri
Artikulli tjetërPrestasi Gemilang, Kwarda NTB Dianugerahi 3 Penghargaan oleh Kwarnas Pramuka

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini