LOMBOK TIMUR – Meskipun musim penghujan, kasus Demam Berdarah (DBD) di wilayah Lombok Timur (Lotim) hingga saat ini tidak menunjukkan adanya kenaikan. Pada bulan November ini Dinas Kesehatan (Lotim) mencatat terdapat 6 kasus DBD.

“Untuk kenaikan kasus DBD hingga saat ini tidak mengalami kenaikan,” terang Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan Pengendalian Penyakit dan Kesehatan Lingkungan (P3KL) Dinas Kesehatan (Dikes) Lotim, Budiman Satriadi, SKM kepada wartawan, Senin (29/11).

Google search engine

Untuk mencegah terjadi penularan penyakit menular seperti DBD, paling utama yang dilakukan ialah melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Utamanya terkait dengan pemberlakukan Menguras, Menutup dan Mengubur (3M) dan tetap memberikan edukasi kepada masyarakat. Selain itu, upaya lain yang dilakukan yakni melakukan fogging atau pengasapan.

“Fogging akan kita laksanakan apabila ada indikasi ada penularan pada suatu setempat dan terjadi peningkatan, sehingga membutuhkan penanganan yang lebih segera,” katanya.

Adapun terakhir kali fogging dilakukan di Kecamatan Selong, tepatnya di wilayah Rakam. Namun sebelum dilakukannya fogging, hal utama yang diharapakan dilakukan oleh masyarakat ialah Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).

“Sebelum penyemprotan fogging, PSN adalah hal utama yang dilakukan,” pungkas Budiman. (WR-sid)

BACA JUGA  H. Rumaksi : Karang Taruna Dapat Dirasakan Manfaatnya Bagi Masyarakat
Artikulli paraprakLotim Berstatus Siaga Darurat Bencana
Artikulli tjetërPTM Normal di Lotim Menunggu Surat Edaran Menteri dan Gubernur NTB

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini