LOMBOK TIMUR – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lombok Timur masih harus menunggu Surat Edaran (SE) Gubernur NTB dan SE Menteri Pendidikan Nasional dan Ristek RI untuk pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) secara normal.

Sebelum dikeluarkannya SE tersebut, proses belajar mengajar masih dilakukan secara terbatas meski Lombok Timur (Lotim) berstatus PPKM level 1.

Google search engine

Sekretaris Dinas (Sekdis) Dikbud Lombok Timur, As’ad, SE, M.Ap menyebutkan, PTM terutama jenjang SD dan SMP masih berlaku terbatas dengan sistem shift. Meskipun PTM dinyatakan normal sekalipun, regulasi untuk pelaksanaan pembelajaran pun tetap menunggu aturan dari Pemprop NTB dan pusat.

“Sudah ada persiapan menuju PTM normal setelah berlangsungnya rapat pertemuan  Dinas pendidikan se NTB. Tetapi kita masih menunggu keputysan resmi dari pak gubernur dan menteri,” ujar As’ad kepada wartarinjani.net.

Dalam rapat itu katanya, membahas rencana persiapan PTM normal yang akan dilaksanakan pada semester genap atau di awal bulan Januari 2022 mendatang.

PTM pun dapat dilaksanakan secara normal apabila seluruh siswa sudah memperoleh suntik vaksin. Baik dosis 1 ataupun dua. Suntik vaksin itu merupakan kewajiban bagi siswa diatas usia 12 tahun atau untuk pelajar SMP.

Saat ini, Dinas Dikbud Lotim sudah meminta kepada seluruh sekolah khususnya pada jenjang SMP mendata siswanya untuk mendapatkan vaksinasi. Pendataan itu akan dikirim melalui link yang sudah disiapkan oleh dinas terkait agar mendapatkan data resmi jumlah yang divaksin.

“Vaksinasi ini menjadi dasar untuk dilaksanakannya PTM normal,” kata As’ad.

Walau diakuinya, persentase jumlah siswa yang mendapatkan vaksin masih dibawah angka 50 persen. Hal itu lantaran banyak orang tua siswa yang belum setuju anaknya disuntik vaksin.

BACA JUGA  Pemprov NTB Raih BKN Award 2021

Belum meratanya siswa yang divaksin menjadi salah satu kendala. Sebab tidak semua siswa dalam satu sekolah mendapatkan dosis yang sama.

“Terkadang ada sekolah hanya mendapatkan vaksin dosis 1 , tapi tidak dosis kedua,” ujarnya. (WR-di)

Artikulli paraprakKasus DBD di Lotim Tidak Mengalami Peningkatan
Artikulli tjetërTurnamen Larva Cup III ajang Pencarian Pesepak Bola Handal

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini