LOMBOK TIMUR – Bupati Lombok Timur (Lotim), Drs. HM Sukiman Azmy menaruh harapan ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk tambahan alokasi vaksin. Karena dalam waktu dekat, kejuaraan Sepeda Jalan Raya (Road Bike) Sembalun King Of Mountain (KOM) yang merupakan salah satu kegiatan wisata olahraga (sport tourism) berskala internasional akan diselenggarakan.

“Tambahan vaksin itu untuk memastikan seluruh target Kecamatan Sembalun dan Sambelia sebagai lokasi Sembalun KOM sudah tervaksin,” ujar Sukiman pada kegiatan analisis dan evaluasi penanganan Covid-19 dan kesiapan pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3 di masa Natal dan Tahun Baru (Nataru) Provinsi NTB, yang diikuti secara virtual oleh Bupati/Walikota se-NTB, Rabu (1/12).

Google search engine

Di sisi lain, Sukiman mengakui saat ini cukup sulit untuk menemukan masyarakat yang sukarela divaksin. Akan tetapi dirinya optimis dengan kerja sama dan kerja keras target vaksinasi sebelum 18 November dapat dituntaskan.

Kepada Asisten Administrasi dan Umum yang memandu kegiatan itu, Sukiman juga berjanji adanya perbedaan data capaian vaksinasi dalam P-Care dengan manual akan segera diatasi dengan menambah jumlah petugas dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil).

“Segera kita atasi dengan menambahkan jumlah petugas dari Dukcapil,” katanya.

Asisten Administrasi dan Umum, Nurhandini Eka Dewi menyampaikan tersedia vaksin sebanyak 13.600 dosis untuk Lotim. Jumlah itu diharapkan dapat mendukung tercapainya target di Kecamatan Sembalun dan Sambelia.

Diingatkannya, agar penyelenggaraan kegiatan ini dapat menerapkan pola yang sama dengan penyelenggaraan event World Superbike (WSBK) yang berlangsung di Sirkuit Mandalika beberapa waktu lalu.
Kesuksesan kegiatan itu salah satunya ditunjukkan dengan tidak adanya pengunjung yang terkonfirmasi positif.

“Dengan sosialisasi yang baik, saya yakin masyarakat dapat menerima penerapan aturan dan pembatasan yang diberlakukan,” sebutnya.

BACA JUGA  Jerowaru dan Sakti Lokasi Sekolah Rujukan Bagi Korban Kekerasan Seksual

Terkait pembatasan jelang serta pada peringatan Nataru, sesuai Instruksi Menteri dalam negeri no. 61 tahun 2021, ia mengakui tantangan tidak ringan yang akan dihadapi, mengingat pembatasan dilakukan pada kondisi kasus yang terus melandai. Karena itu ia meminta sosialisasi yang lebih intens.

Selain itu, Kabupaten/ Kota juga diminta mempersiapkan data vaksinasi usia sekolah, serta pentingnya satgas mengingatkan kepada satuan pendidikan melalui Dinas Pendidikan untuk melakukan surveilence.

Hal itu menjadi penekanan karena sekolah sudah melakukan Pembelajaran Tatap Muka (PTM). (WR-sid)

Artikulli paraprakFinal Badminton Kapolres Cup, Sofyan- Maulana Menang Dramatis, Ramli – Muluddin Keok
Artikulli tjetërPercepat Capaian D-2, Strategi ‘Door to Door’ dan Tidak Terbatas Jam Kerja Diberlakukan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini