LOMBOK TIMUR – Dinas Kesehatan (Dikes) Lombok Timur (Lotim) salah satu Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang bakal mengurangi tenaga honorernya akibat mengalami defisit anggaran.

Terkait dengan rencana itu, Kepala Dikes Lotim, H. Pathurrahman mengatakan, sejauh ini pihaknya masih melakukan pengkajian. Terlebih lagi saat ini pihaknya tengah berpacu melakukan vaksinasi.

Google search engine

“Untuk jumlahnya berapa yang akan dikurangi, kita belum bisa sebutkan. Kami akan lakukan evaluasi, jangan sampai pas dikurangi, beban kerja masih banyak,” ujar Pathurrahman kepada wartawan saat ditemui di ruangannya, Kamis (2/12).

Soal pemangkasan ini nantinya akan dirembuk secara bersama-bersama. Karena selain memikirkan beban keuangan pemerintah sambungnya, tentu juga harus memikirkan beban pekerjaan, sehingga semuanya menjadi balance.

“Sekiranya beban pemerintah lebih besar terhadap ini, sementara pekerjaan masih bisa dilakukan oleh yang ada maka kita akan lakukan. Nanti juga kita lihat dari para kinerjanya,” katanya.

Disebutkannya, profesi yang cukup banyak di Nakes ini ialah profesi perawat dan bidan. Namun pemanfaatannya bisa juga di bidang lain, karena pada umumnya ilmu dasar kesehatan rata-rata sudah didapati saat sekolah.

Menurutnya, Lotim kekurangan nakes pada bidang etimologi yang spesifik bergerak di nyamuk. Penyakit yang disebabkan oleh Penularan Penyakit Bersumber Binatang (P2B2). Kemudian juga tenaga elektro medic

“Temen-temen ini kebanyakan general. Kita kekurangannya di ASN sebenarnya, kalau yang non PNS banyak. Tapi kita maunya di PNS, karena sistem penggajiannya sudah jelas,” katanya.

Adapun jumlah Nakes yang non PNS di Lotim sebanyak 3.200 orang, sedangkan yang PNS sebanyak 1.302 orang. Dengan jumlah nakes itu, ia mengatakan bahwa jumlah itu tidak membeludak dan akan mencoba meningkatkan kualitas para nakes.

BACA JUGA  PAD Lotim 2021 Diyakini Capai 85 Persen

“Kalau jumlah berapa yang akan kita keluarkan, belum berani kita menyebutkan. Jangan sampai nanti kita keluarkan dan tiba-tiba nanti kita butuh,” ujar Pathurrahman. (WR-sid)

Artikulli paraprakPelaku Pencabulan Anak Dibawah Umur Diancam 15 Tahun Penjara
Artikulli tjetërBupati Lotim Harap BUMD Dapat Membuka Lowongan Kerja

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini