LOMBOK TIMUR – MK (25) asal Kecamatan Sakra Barat, Lombok Timur (Lotim) telah ditetapkan sebagai tersangka atas kasus pencabulan kepada anak dibawah umur.

MK diamankan Satreskrim Polres Lotim pada Selasa, (30/11) kemarin. Diterangkan Kasat Reskrim Polres Lotim, Iptu. Muhammad Fajri, MK diamankan setelah pihak keluarga korban keberatan dan melaporkan MK ke pihak kepolisian.

Google search engine

Adapun hal yang membuat pihak keluarga korban keberatan adalah setelah salah seorang pihak keluarga korban melihat adanya video asusila yang diperankan sendiri oleh korban dan MK yang juga masih memiliki istri sah.

Melihat adanya video asusila di Hp anaknya yang masih berumur 15 tahun dan masih duduk di bangku SMP itu, lantas membuatnya geram dan memanggil anaknya untuk dimintai keterangan.

“Kemudian pihak keluarga korban ini langsung memanggil korban untuk dimintai keterangan, seterusnya keluarga korban merasa keberatan dan melaporkan ke pihak kepolisian,” terang Fajri kepada wartawan secara singkat, Kamis (2/12).

Kejadian itu kata Fajri mulai terjadi sejak bulan Agustus sampai pertengahan bulan November ini. Untuk beberapa kali adegan intim yang dilakukan sendiri oleh kedua orang itupun masih melakukan pendalaman.

Berdasarkan dari pengakuan tersangka yang berhasil dihimpun sambungnya, keduanya memiliki hubungan asmara. Pun adegan itu dilakukan atas dasar suka sama suka.

“Untuk korban sedang kita lakukan pemeriksaan, pihaknya juga sudah melakukan visum kepada korban di RSUD dr. R Soedjono Selong dan hasilnya sedang kami tunggu,” katanya.

Mawar (nama samaran korban, Red) yang juga merupakan pemeran utama itu kini berusia 15 tahun. Karena masih dibawah umur, pihaknya menjerat tersangka dengan pasal Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

BACA JUGA  Ketua KSU Rinjani Resmi Ditahan

Terkait dengan adanya janji yang di iming-imingi oleh pelaku kepada korban, pihaknya saat ini tengah mendalaminya.

“Menurut keterangan dari saksi dan tersangka, sampai saat ini belum tergambarkan dengan jelas. Tapi informasi terakhir yang saya dapatkan itu atas dasar suka sama suka,”

Adapun awal mula pertemuan antar tersangka dan korban ini masih di dalami. Ia juga membenarkan bahwa tentang rekaman video esek-esek itu dan menyebutkan hal itu masih didalami.

“Pelaku juga sudah mengakui perbuatannya. Pelaku sudah ditetapkan sebagai tersangka,” sebutnya.

Sementara, tersangka MK sendiri mengakui bahwa ia bersama Mawar sudah melakukan hubungan intim sebanyak dua kali, yakni pada bulan Juli dan Agustus. Perbuatannya bersama Mawar pun diakuinya dilakukan di rumah temannya.

“Cuma dua kali, sekali dalam sebulan. Hanya dua kali saja,” katanya.

Ia juga mengaku, video hubungan intimnya dengan kekasih gelapnya itu direkam sendiri oleh korban tanpa disuruh.

“Saya tidak menyuruh dia untuk merekam, malah dia sendiri yang merekam,” imbuhnya.

Adapun janji yang diimingi kepada korban ialah akan dinikahi, namun pelaku berjanji akan menikahi korban setelah lulus SMA.

“Saya berjanji akan menikahi dia setelah lulus SMA. Tidak ada yang lain,” tutupnya. (WR-sid)

Artikulli paraprakPeringati Hari Aids Sedunia, 15 Pasien HIV/Aids di Lotim Divaksin
Artikulli tjetërHonorer Dikes Lotim Dikurangi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini