LOMBOK TIMUR – IW asal Desa Songak, Kecamatan Sakra, Lombok Timur (Lotim) menjalani sidang di Pengadilan Negeri (PN) Selong, Jum’at (3/12) sekitar 14.00 wita. IW dalam persidangan terbukti melanggar pasal 2 Perda No. 8 tahun 2002 tentang larangan memproduksi, menjual dan meminum-minuman keras.

Sebulan lalu, IW diamankan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Lotim di Pandan Dure, Kecamatan Sakra beserta b Barang Bukti (BB) miras sebanyak 370 botol berisi 1,5 liter per botol.

Google search engine

Dalam persidangan itu, pelaku dijatuhi hukuman oleh PN Selong sebesar Rp. 750.000 atau kurungan penjara selama 2 bulan. Hukuman yang diterima oleh IW pun membuat Pol PP Lotim merasa kecewa, lantaran dianggap tidak sesuai dengan jumlah BB yang dianggap besar.

“Kita sangat kecewa dengan vonis yang diberikan ini dan pelaku memilih membayar denda,” ujar Kepala Bidang (Kabid) Penegakan Perda Pol PP Lotim, Sunrianto kepada wartarinjani.net.

Sebenarnya sambung Sunrianto, ia berharap pelaku dijatuhi hukuman maksimal 5 juta dan penjara 3 bulan. Harapannya itu dilihat dari jumlah BB yang tergolong besar, yakni sebanyak 370 botol.

“Ini yang kita sayangkan, kalau beredar dimasyarakat itu dampaknya juga bisa muncul kasus pencurian karena habis minum biasanya orang tidak berpikir melakukan apa saja. Menurut catatan pak hakim tadi banyak kasus pencurian di wilayah Lotim seperti curanmor dipengaruhi oleh miras,” katanya.

Menurutnya, ringannya hukuman yang diberikan kepada pelaku ini dilihat dari pelaku yang baru pertama kali menjalani sidang, meskipun dari jumlah BB yang berhasil diamankan cukup besar.

“Melihat kasus ini pertama kali sidang kepada tersangka, jadi sebelumnya belum pernah sidang maka ini mungkin pertimbangan hakim menjatuhkan vonis lebih ringan meskipun dari jumlah barang bukti yang berhasil kita tangkap cukup besar,” sebutnya.

BACA JUGA  Lotim Terbaik Dalam Pelaksanaan Konvergensi Stunting di NTB

Kendati merasa kecewa, tetapi pihaknya tetap menghormati apa yang sudah menjadi keputusan hakim.

“Ya apapun putusan hakim itulah yang terbaik dan kita hormati itu,” ujar Sunrianto. (WR-sid)

Artikulli paraprakEvent Internasional Semakin Ramai, Gubernur NTB Minta Perhatikan Infrastruktur
Artikulli tjetërBPPD Lotim : Destinasi Wisata Tidak Ditutup Pada Libur Nataru

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini